MATATELINGA,Medan : Goncangan politik Indonesia oleh para demonstran yang terjadi di Jakarta maupun di daerah lain di Indonesia menjadi perhatian seluruh pihak sampai saat ini. Dan bahkan sampai ada memakan korban jiwa di kedua belah pihak.
Tuntutan rakyat atas kenaikan gaji dan tunjangan kepada Anggota DPR RI menjadi puncak kemarahan rakyat saat ini, sehingga terjadi gejolak aspirasi rakyat yang sudah lama ingin dimuntahkan kepada pemerintah dan penguasa di negara Indonesia tercinta ini.
Seperti itu disampaikan oleh Ketua Rembuk Masyarakat Medan Utara ( RMMU), Datok Zulfan Nazli,M.AP. kepada media lewat aplikasi whatsaap. (Minggu, 31 Agustus 2025)
Baca Juga: Sekdaprov Sumut Ajak Perguruan Tinggi Berkolaborasi dengan Pemerintah Lahirkan Tenaga Terampil Kesehatan "Ibarat pepatah Melayu 'retak bawak belah', joget di DPR yang seolah olah kegirangan atas kenaikan gaji dan tunjangan tersebut menjadi pemicu kemarahan rakyat. Selama 10 tahun rakyat jadi korban akibat kerakusan penguasa dan elit politik, hingga rakyat sudah jenuh dengan sistem yang ada",ujar Datok Zulfan.
"Bubarkan DPR, reformasi sistem di tubuh aparat kepolisian menjadi tuntutan yang dianggap menjadi solusi dalam persoalan tersebut. Ditambah dengan aparat kepolisian yang melakukan tindakan masif namun tidak terukur dalam penanganan unjuk rasa yang berujung pada hilangnya nyawa salah satu driver ojol yang bernama Affan Kurniawan saat penangan unjuk rasa di Jakarta beberapa hari lalu", lanjut Datok Zulfan yang juga salah satu Datok Perangkat di Kejuruan Metar Bilad Deli.
Datok Zulfan juga menyampaikan dukungannya kepada statement Salsa Erwina yang menjawab pidato Ketua DPR RI PuanMaharani menjadi tuntutan ultimatum 7 hari kepada DPR RI lewat tayangan streaming di akun instagram pribadinya.