MATATELINGA,Asahan: Ratusan massa yang tergabung dalam aliansi Badan Executif Mahasiswa (BEM) se Asahan dan kelompok elemen masyarakat Rabu 03 September 2025 geruduk kantor DPRD Asahan, aliansi BEM dan warga masyarakat dalam orasinya mengajukan 18 tuntutan rakyat kepada bupati dan ketua DPRD Asahan.
Aksi demonstrasi BEM dan warga masyarakat ini sebagai tindak lanjut kejadian yang telah dipertontonkan anggota DPR RI beberapa waktu lalu sehingga memicu keonaran di berbagai daerah dinegeri ini, dan BEM Asahan dan masyarakat memberikan tuntutan kepada para pejabat.
diantaranya segera membentuk tim investigasi kasus kematian pengendara Ojol Affan Kurniawan, Ummar Amarudin serta korban korban lainnya, bebaskan seluruh demonstran yang ditahan pihak Aparat Penegak Hukum, dan adili komandan pemberi perintah yang melakukan tindakan kekerasan.
Bekukan kenaikan gaji atau tunjangan anggota DPR serta batalkan fasilitas baru, selidiki dan proses hukum terhadap anggota DPR yang bermasalah, mendesak Dewan Kehormatan DPR untuk memeriksa anggota DPR yang mencedarai rakyat, pimpinan Parpol segera memecat anggota DPR yang tidak memiliki adab , dan pastikan upah yang layak bagi tenaga guru, nakes,butuh dan mitra Ojol.
Baca Juga: Aksi Demo Silih Berganti Geruduk Mapoldasu Aliansi BEM dan warga masyarakat juga menolak dengan tegas kehadiran rombongan Lembaga Swadaya Masyarakat yang turut hadir dan membonceng aksi ini, hal ini dimaksudkan untuk menghindari adanya kejadian yang dapat menimbulkan chaos.
Dalam aksi tersebut bupati Asahan Taufik ZA Siregar yang didampingi Forkopimda hadir ditengah tengah masa dengan mengatakan tuntutan aksi BEM Asahan akan diakomodir sepanjang tidak menyalahi aturan dan perundang undangan, ungkapnya