MATATELINGA,Medan : Pengasuh Pondok Pesantren sekaligus Aktivis Dakwah, Zulfan Nababan, menjelaskan bahwa sebuah bangunan megah yang berdiri kokoh, pasti sebelumnya telah direncanakan dengan baik oleh pemilik rumah dengan meminta masukan dari ahli rancang bangunan.
Menurutnya, hasil kolaborasi antara pemilik rumah dengan ahli rancang bangunan akan menciptakan sebuah istana yang indah dan megah, yang akan selalu dipandang oleh setiap orang yang melewatinya. Dari pandangan itu, akan muncul beragam komentar, baik pujian maupun kritik. Hal tersebut, kata Zulfan, adalah hal yang wajar.
"Apa pun pendapat yang muncul, pemilik bangunan harus menjadikannya sebagai sugesti untuk merawat agar tetap indah dan megah, sekaligus melengkapi bila ada kekurangan," tegas Zulfan Nababan.
Baca Juga: Kapolda Sumut Tekankan Respons Cepat dan Humanis, Polri Harus Jadi Wajah Kepercayaan Publik Lebih lanjut, Zulfan menegaskan bahwa institusi Kepolisian Republik Indonesia ibarat bangunan megah. Polri merupakan organisasi besar yang lahir sejak masa kemerdekaan, tumbuh bersama rakyat, dan berjuang demi kejayaan Indonesia.
Sejarah mencatat, keberhasilan Polri dari masa ke masa merupakan hasil kolaborasi antara pimpinan Polri dengan para tokoh bangsa. Hal ini membuktikan bahwa Polri tidak anti kritik. Justru kolaborasi tersebut menjadi pedoman dan blueprint kepolisian dalam melangkah ke depan.
Sebagai seorang aktivis dakwah yang sering bersentuhan langsung dengan masyarakat, Zulfan melihat betapa Polri sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Kehadiran Polri menjadi penjaga peradaban, masuk ke seluruh dimensi kehidupan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, sekaligus menjadi inspirasi serta motivasi masyarakat untuk menyebarkan kebaikan dan menjaga ketertiban, sebagaimana amanat undang-undang.