MATATELINGA,Medan : Manajemen PT Toba Pulp Lestari Tbk atau TPK menuding bentrokan antara karyawan perusahaan dengan sekelompok massa yang terjadi di Sektor Aek Nauli, Desa/Nagori Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, sudah direncanakan dan melibatkan lembaga swadaya masyarakat (LSM).
Direktur PT Toba Pulp Lestari (TPL), Jandres H Silalahi, mengatakan, dugaan tersebut muncul karena adanya beberapa indikasi yang muncul di lapangan, saat bentrokan terjadi pada hari Senin (22/9/2025).
Jandres mengungkapkan kronologis terjadinya peristiwa bentrokan antara karyawan dengan PT TPL tersebut.
Baca Juga: Polri Hadir untuk Rakyat: Polsek Tanah Jawa Amankan Aksi Damai Masyarakat Tangga Batu Bersatu "Sekitar pukul 07.51 WIB, karyawan, pekerja (masyarakat setempat) dan sekuriti TPL melakukan persiapan untuk kegiatan pemanenan dan penanaman di areal kerja perizinan berusaha pemanfaatan hutan (PBPH) TPL dan pada kegiatan ini digunakan 1 unit excavator," jelas Jandres dalam keterangannya, Selasa (23/9/2025).
Kemudian, sekitar pukul 08.25 WIB, sekitar 25 meter dari areal kerja TPL, muncul puluhan orang yang melakukan penghadangan terhadap karyawan, pekerja dan sekuriti yang ingin bekerja. Jumlah orang yang melakukan penghadangan ini terus bertambah sehingga karyawan, pekerja (masyarakat setempat) dan sekuriti TPL mencoba melakukan negosiasi untuk dapat melakukan pekerjaan.