MATATELINGA, Medan : Ribuan masyarakat Pakpak meramaikan perayaan Hari Pelleng Nasional dan makan pelleng bersama yang digelar Dewan Pengurus Pusat Himpunan Masyarakat Pakpak (DPP Himpak) di Lapangan Mess Pemda Pakpak Bharat Jalan Melati, Medan, Sabtu (11/10/2025).
Perayaan Hari Pelleng Nasional yang diisi dengan kegiatan penampilan budaya Pakpak, dihadiri Ketum DPP Himpak Dr. Citra Effendi Capah, Plt Dirjen Perkebunan Kementrian Pertanian RI Dr Abdul Roni Angkat, STP, M.Si, Dirut PT PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa, Wakil Bupati Pakpak Bharat Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajudin Sagala, Anggota DPRD Sumut Alfriansyah Ujung, Bishop GKPPD Pdt Abet Nego Padang, DPW Himpak Aceh Khairul Boang Manalu, DPD Himpak Kota Subussalam Anes Kabeaken, Sekda Dairi Carles Bancin, Sekda Pakpak Bharat Jalam Berutu serta pengurus DPD Himpak Medan, Deli Serdang serta undangan lainnya.
Seperti disampaikan Ketua Panitia Bakti Solin, peringatan Hari Pelleng Nasional 2025 diisi dengan kegiatan perlombaan pembuatan makanan khas Pelleng, pemberian bulang-bulang/pemasangan topi kerajaan kepada 2 tokoh nasional yaitu Dirjen Perkebunan Dr Abdul Roni Angkat dan Dirut PTPN IV PalmCo Jatmiko Santosa, pemberian penghargaan kepada Pencipta Lagu Mars Himpak Tamsir Padang dan pemberian makanan khas pelleng kepada para pejabat yang hadir.
Baca Juga: Cegah Peredaran Gelap Narkotika, Walikota Dukung Pembentukan BNN Kota Medan "Secara khusus panitia mengucapkan terimakasih kepada para donatur, pejabat pemerintah, anggota DPRD, serta seluruh masyarakat Pakpak yang hadir dari berbagai daerah. Mari kita wariskan Pelleng sebagai budaya dan makanan khas yang diwariskan para leluhur," tandasnya.
Ketua DPP Himpak Dr. Citra Effendi Capah dalam sambutannya menyampaikan merasa bangga menjadi orang Pakpak yang terdiri dari lima suak (sub suku), Suak Pegagan dan Kepas yang berada di daerah Dairi, Suak Simsim berada di Pakpak Bharat, Suak Boang yang ada di Aceh (Subussalam dan Aceh Singkil), serta Suak Kelasen yang berada di Humbahas dan Tapteng.
"Suku Pakpak juga memiliki falsafah atau filsafat bernama Sulang Silima, kalau dalam suku Batak Dalihan Na Tolu, dalam suku Karo Merga Silima. Dari Sulang Silima ini lah kita mengetahui posisi kita sebagai anak, boru atau hula-hula. Dalam suku Pakpak lebih berharga tutur daripada struktur. Jabatan apa pun yang kita sandang kalau dalam falsafah suku Pakpak kita sebagai anak beru, berarti kita harus hormat kepada hula-hula (paman)," tandasnya.