Matatelinga - Medan, Sekumpulan anak muda yang menggunakan kendaraan bermotor (Geng motor) kini muncul kembali. Dimana, Sempat dikabarkan hilang dari predaran, aksi kriminalitas jalanan yang kerap dilakukan mereka .Kali ini yang menjadi korbannya M.Jimi (41) warga Jalan Tembung pasar 9, Kecamatan Medan Tembung. Jimi menjadi korban perampokan 7 orang anggota geng motor pada saat melintas dijalan Ledda Sujono tepatnya dipersimpangan Mandala. Jumat (12/12/2014) sekira pukul 05:30 Wib.Informasi yang dihimpun dikepolisian, sebelum peristiwa perampokan yang dialami Jimi terjadi, pagi itu Jimi mengendarai sepeda motor Honda Beat warna Merah BK 2700 AEW. hendak mengantarkan kedua anaknya ke sekolah yang terletak dijalan Sahari.Saat melintas dijalan ledda Sujono tak jauh dari simpang Mandala, Jimi dipepet oleh 7 orang Anak Baru Gede (ABG) yang mengendarai 5 kendaraan bermotor yang sudah dibekali dengan senjata tajam (Sajam) memintanya untuk berhenti." Saya mau ngantar anak saya ke sekolah SMPN 8 dan SMPN 13, pas lewat simpang Mandala, 7 orang pemuda menyetop saya, dan mengacungkan kelewang bang, " ujar Jimi di ruang tunggu SPKT Polsek Percut Sei Tuan.Sadar nyawanya dalam bahaya, Jimi mengikuti permintaan ke 7 pemuda yang memegang senjata tajam jenis Klewang dan celurit itu dengan menghentikan laju kendaraannya. Saat sepeda motor Jimi berenti, salah seorang pelaku turun mendekati Jimi dengan menempelkan klewang yang sudah dipersiapkan ke leher jimi sembari mengatakan jangan macam-macam.Bagaikan nyawa diujung tanduk, Jimipun tak bisa berbuat apa-apa, dirinya hanya bisa pasrah pada saat para pelaku mengambil dompet dan sepeda motornya. " Pas saya berenti, satu orang langsung menempelkan kelewang ke leher saya, yah saya gak bisa bergerak, siaptu mereka ambil dompet dan keretaku, " ujar Jimi sembari mengatakan mengatakan sekitar Rp.2 Juta uang yang ada didompetnya.Setelah menguras isi dompet dan kereta Jimi, para pelaku tidak langsung pergi meninggalkan Jimi, seakan tidak takut aksinya akan diketahui warga lain, saat beranjak pergi salah seorang pelaku sempat menyetrum Jimi. " Pas mau pigi mereka ada yang menyetrumku bang, " ujar pemilik toko prabot elektronik di Ledda Sujono itu.Atas peristiwa itu, bapak 2 anak ini harus merelakan uang sebesar 2 juta rupiah dan STNK,SIM,KTP serta surat berharga lainya kepada para ABG jalanan itu.Diketaui uang tunai yang berada didalam dompet Jimi rencananya akan digunakan untuk membuat acara keluarga." Mau belanja aku rencananya, karna pun mau membuat acara dirumah memberikan anak yatim makanan," ujarnya yang sangat sedih dengan menahan sakit akibat disetrum.Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan. Kompol Ronald Sipayung SH SIK MH saat dikonfirmasi membenarkan laporan tersebut." Kini korban masih kita periksa dan anggota sudah turun meninjau lokasi. Laporan ini tetap kita tindak lanjuti," ujar Perwira berpangkat melati satu dipundaknya.