matatelinga.com -Aksi kejahatan jalanan (begal) kembali marak di wilayah Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, setelah beberapa kasus viral di media sosial akibat terekam CCTV.
Data yang dihimpun memperlihatkan pola modus operandi pelaku yang cukup sistematis dan berani.
Modus Pelaku Begal
Baca Juga: Kawanan Begal Kembali Mengganas di Medan dan Deli Serdang Berdasarkan
rekaman CCTV dan keterangan korban, kawanan
begal bersenjata tajam (sajam) mengincar korban di jalan sepi dan gelap, biasanya pada malam hingga dini hari.
Modus yang digunakan para pelaku antara lain:
Mengikuti korban sejak lokasi ramai menuju tempat sepiContohnya, kasus di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Medan Polonia, Jumat (10/10/2025) malam. Pelaku mengikuti FAA (15), seorang pelajar, bersama dua temannya dari lokasi menonton futsal hingga ke tempat sepi di Helvetia.
Menggunakan ancaman senjata tajam untuk melumpuhkan korbanPelaku membawa celurit dan senjata tajam lain, mengeroyok korban hingga korban tidak bisa melawan. "Tiba-tiba mereka mengejar kami, sementara delapan pelaku lain mepet dan mengancam menggunakan celurit," kata korban.
Rampas sepeda motor dan kaburSetelah korban pasrah, pelaku langsung merampas sepeda motor dan melarikan diri ke arah berbeda. Pola ini terlihat pada sejumlah kasus, termasuk di
Jalan Sutrisno, Medan Area, dan Desa Bandar Setia, Tembung, Deliserdang.
Target korbannya beragam, termasuk pelajarPara pelaku tidak segan menyerang remaja yang sendirian maupun berkelompok, menunjukkan keberanian dan koordinasi komplotan.
Kronologi Aksi Begal Terekam CCTVJumat (10/10/2025) dinihari, pelaku beraksi di Jalan Sutrisno, Medan Area, dan Jalan Jenderal Sudirman, Medan Polonia. Sepeda motor korban berhasil dirampas, namun identitas korban belum dipublikasikan.
Baca Juga: Dua Lansia Nyaris Tewas Dibegal, Leher Dikalungi Clurit Motor Lewong Senin (13/10/2025) dinihari, komplotan
begal kembali beraksi di Desa Bandar Setia, Dusun V, Tembung, Kecamatan Percut Seituan.
Korban yang melintas dengan motor dihentikan, kemudian dibacok dan dirampas motornya. Saat ini korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit.
Menanggapi maraknya aksi
begal ini, Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Ricko Taruna Mauruh, saat dihubungi, memilih bungkam dan enggan memberikan keterangan terkait upaya pengamanan masyarakat maupun langkah penindakan terhadap komplotan
begal.
Dari rangkaian kasus yang terekam, terlihat bahwa modus begal di Medan dan Deli Serdang terencana dan terkoordinasi, dengan strategi mengintai, mengepung korban, mengancam dengan senjata tajam, lalu merampas motor.
Baca Juga: Reses di Karang Anyar Deli Serdang, Sutarto Serahkan Bantuan Bibit Jagung ke Petani Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan menghindari lokasi rawan aksi kriminal jalanan.