MATATELINGA, Toba :Kabar yang beredar di masyarakat bahwa akan ada aksi damai yang rencananya akan dilakukan di Kantor Gubernur Sumatra Utara pada 10 November nanti dibenarkan oleh Maju Butarbutar.
Maju Butarbutar mengatakan bahwa akan melakukan aksi yang bertujuan menghentikan provokasi Viktor Tinambunan, LSM Aman dan Perkumpulan KSPPM. Mereka dianggap sebagai pemicu provokasi yang membuat pernyataan-pernyataan tanpa bukti atau kajian yang mendasar, yang menimbulkan perpecahan antar masyarakat. Selain itu, mereka juga mengecam keras penghinaan terhadap masyarakat oleh Jurito Sirait.
Maju Butarbutar mengetahui akan ada aksi di Kantor gubernur Sumatra Utara dihari yang sama.
Baca Juga: Temui Massa Aksi di Depan Kantor Gubernur, Bobby Nasution Dukung Tuntutan Buruh "Justru itu kami memberitahukan kepada Poldasu bahwa kami akan melakukan aksi damai. Kami baru pulang dari Poldasu dan diterima Wadirjen. Kami tak mau ribut dan aku yakin mereka juga tak mau ribut. Makanya kami memberitahukan kepada Poldasu agar mereka melakukan pengamanan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, saat kami menyuarakan keinginan kami" ungkap Maju Butarbutar.
Aliansi Masyarakat Bersatu Sumut akan mengadakan aksi damai pada tanggal 10 November 2025. Dua puluh ribu orang akan turun ke Kantor Gubernur Sumatra Utara. Mereka berasal dari semua sektor perusahaan. Mereka melakukan itu karena tidak adanya respon atas janji Polres Tapanuli Utara, Polres Toba dan pemerintah kabupaten Toba yang akan memanggil Viktor Tinambunan dan Jurito Sirait atas pernyataannya di media sosial yang membuat masyarakat marah dan kesal.
Aliansi Masyarakat Bersatu Sumut merupakan mitra perusahaan Toba Pulp Lestari yang bekerja sebagai supir, nursery dan lainnya yang dikatakan Jurito Sirait sebagai pemakan nasi sisa dan jampurut (bahasa kasar suku Batak) padahal mereka bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Mereka juga mendesak kehadiran pemerintah untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi perusahaan Toba Pulp Lestari tempat mereka bekerja.
Baca Juga: Polres Pematangsiantar Hadiri Penutupan Turnamen Bola Voli Antar Pelajar HUT ke 80 Korps Brimob Polri Tahun 2025 "Selama ini mereka (Pemerintah) mengetahui dan melihat kejadian yang menimpa perusahaan tempat kami bekerja. Tapi kenapa mereka diam? Perusahaan tempat kami berkerja tidak punya rasa aman berusaha. Buktinya dibiarkan kok. Seharusnya mereka hadir menjawab tuntutan masyarakat," terang Maju Butarbutar melalui sambungan telepon, Rabu, (4/11/2025).
Memang banyak beredar berita miring di media sosial tentang perusahaan tempat mereka bekerja, namun tidak memiliki fakta dan data yang jelas.
"Jika mereka mau menutup perusahaan Toba Pulp Lestari, ya
tutup jugalah perusahaan yang lain yang merusak lingkungan. Perusahaan tambang, perusahaan ikan di Toba, dan perusahaan emas dan lainnya. Jangan hanya Toba Pulp Lestari, " ungkap Maju Butarbutar dengan nada kesal.
Baca Juga: Tak Terima Demosi 3 Tahun, Kompol DK Ajukan Banding