MATATELINGA, Deli Serdang - Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) merupakan bagian dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan. Prolanis adalah sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi.
Prolanis ini melibatkan peserta, fasilitas kesehatan, dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang menderita penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes melitus.
Prolanis diharapkan dapat membantu pesertanya untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.
Syamsiah Tauran (60), adalah peserta JKN segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) atau dikenal dengan istilah peserta mandiri. Warga Depok yang tiga tahun terakhir berdomisili di Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang ini adalah salah satu peserta Prolanis yang sangat memperhatikan kondisi kesehatannya. Terutama sejak didiagnosis mengidap diabetes melitus hampir sepuluh tahun yang lalu.
Baca Juga: Menyambut Buah Hati Dengan Suka Cita Bersama BPJS Kesehatan "Saat masa-masa Covid-19 itu saya pernah mengalami sakit yang kondisinya saya rasakan sendiri cukup parah, rasanya tidak mampu melakukan apa-apa, jadi harus melibatkan saudara dan kerabat untuk merawat dan berbagai keperluan sehari-hari pun jadi banyak mengandalkan mereka karena kondisi yang tidak mampu bekerja secara optimal. Saat Covid-19 sudah reda, saya putuskan harus mampu lebih banyak beraktivitas, jadi saya harus merawat penyakit saya dan memperhatikan kondisi kesehatan saya lebih baik lagi. Saya mulai rutin bayar iuran JKN dan mencari informasi, kemudian diberi tahu soal
Prolanis ini oleh petugas," ujar Syamsiah.
Awalnya, Syamsiah mengenal Program Prolanis saat menyambangi Puskesmas di dekat rumahnya di Depok. Dia tertarik dengan informasi bahwa jika sudah tergabung dalam klub Prolanis, peserta JKN bisa melakukan konsultasi dan pemeriksaan minimal sekali dalam sebulan. Pemberian obat yang cukup untuk periode satu bulan, ada juga pemeriksaan penunjang seperti periksa gula darah, kemudian kegiatan lain seperti edukasi promotif preventif dan senam yang dilaksanakan bersama anggota Prolanis lainnya.
"Setelah mengikuti Prolanis, sering bertemu dokter dan diberi tahu banyak hal tentang masalah kesehatan, saya semakin memahami bahwa penyakit diabetes ini perlu penanganan yang serius agar tidak bertambah parah sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Bersyukur juga pelayanan yang saya terima selalu baik, dokter maupun perawat selalu ramah. Kalau ada yang perlu ditingkatkan lagi mungkin soal antrean apabila dirujuk ke rumah sakit karena memang ramai sekali yang berobat, tapi kan ada Aplikasi Mobile JKN bisa ambil antrean online, saya sudah coba, sangat membantu memudahkan," pungkas Syamsiah.