MATATELINGA, Labuhanbatu :Sebanyak 80 orang mahasiswa/mahasiswi terdampak longsor dan banjir Provinsi Aceh, pulang sementara ke kampung halamannya di Labuhanbatu.
Baca Juga: Ruas Badan Jalan Pidie Jaya–Bireuen, Aceh Kembali Terendam, Karena Banjir Lagi Kepulangan para pejuang penuntut ilmu ini, disambut Bupati Labuhanbatu, dr Hj Maya Hasmita SpOG MKM, di pendopo rumah dinas bupati, Jalan WR Supratman, Padang Matinggi, Kecamatan Rantau Utara, Sabtu (6/12/2025).
Baca Juga: BMKG: Perlu Ditingkatkan Kesiapsiagaan Potensi Hujan Lebat Wilayah Aceh, Sumut dan Prov Lainnya Dalam penyambuta tersebut, bupati didampingi Asisten III Setdakab Zaid Harahap, Kepala Dinas Kominfo Ahmad Fadly Rangkuti ST MKom., Kepala Disdukcapil Maznil Khairi, Kepala DPPPA Tuti Noprida Ritonga, Plt. Kabag Protokol, Ketua PMI Labuhanbatu Muhammad Rusli, serta para orang tua mahasiswa.
Baca Juga: Korban Meninggal Korban Bencana di Aceh, Kabarnya 349 orang dan 92 Hilang Maya dalam menyampaikan rasa haru dan empati, atas musibah yang menimpa masyarakat di Aceh, termasuk para mahasiswa asal Labuhanbatu yang turut terdampak.
Baca Juga: Bantu Pemulihan Komunikasi, Polda Sumut Kirim Perangkat Starlink dari Mabes Polri ke Wilayah Aceh Menurut dia, penjemputan mahasiswa ini, merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah, atas musibah yang dihadspi.
Baca Juga: Banjir Bandang Dan Longsor DI Aceh, Sumatera Utara Dan Sumatera Barat "Kami dari Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, merasakan apa yang dirasakan adik-adik mahasiswa. Kami khawatir tentang kondisi kesehatan, potensi penjarahan, human trafficking, serta kekhawatiran yang dirasakan para orang tua," ujar bupati.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Instansi, PLN Kebut Pemulihan Kelistrikan Aceh Dikesempatan ini, bupati jlmengarahkan mahasiswa yang membutuhkan pemeriksaan kesehatan, untuk segera berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas terdekat. Selain itu, mahasiswa yang kehilangan dokumen identitas seperti KTP atau Kartu Keluarga, akibat banjir diminta segera menghubungi Disdukcapil untuk penerbitan identitas baru.
Baca Juga: Polres Labuhanbatu Rayakan Ulang Tahun Personel Di Bulan November, Wujud Kebersamaan dan Soliditas Internal Menutup arahannya, Bupati Maya Hasmita, menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam proses penjemputan. Ia juga memastikan apabila situasi di Aceh telah kondusif, Pemkab Labuhanbatu akan memfasilitasi keberangkatan mahasiswa kembali ke kampus masing-masing.
Baca Juga: Konferensi PWI Labuhanbatu Bakal Diramaikan Dengan Munculnya Balon Ketua Wanita Pada kesempatan yang sama, Ketua PMI Labuhanbatu, Muhammad Rusli melaporkan, sebanyak 80 mahasiswa tiba pada pemulangan gelombang kedua ini. Pemulangan tersebut terlaksana, berkat kerja sama dengan Ikatan Mahasiswa asal Labuhanbatu di Aceh.
Baca Juga: Polres Labuhanbatu Gelar Apel Tanggap Bencana, Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem Sementara itu, perwakilan mahasiswa, Muhammad Habibi, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bupati dan Pemkab Labuhanbatu atas bantuan dan fasilitasi kepulangan mereka. "Alhamdulillah, berkat bantuan ini kami dapat dievakuasi dari lokasi bencana. Banyak dari kami yang mengalami trauma akibat kejadian tersebut," ujarnya.
Baca Juga: Lakukan Curanmor, Berurusan di Polsek Panai Hilir Sebagai informasi, sebelumnya Pemkab Labuhanbatu telah menjemput 77 mahasiswa. Pada gelombang kedua ini, sebanyak 80 mahasiswa kembali dipulangkan. Mereka merupakan mahasiswa dari empat perguruan tinggi, yaitu Universitas Malikussaleh, Universitas Samudra Langsa, Politeknik Negeri Lhokseumawe, dan UIN Lhokseumawe. (yasmir)
Baca Juga: Jelang Konferensi PWI Labuhanbatu, Tiga Balon Kandidat Ketua Mendaftar Ke Timjar Baca Juga: Empat Jembatan Terputus dan 20 titik Jalan Tertimbun Longsor Sumut, Sumbar dan Aceh