MATATELINGA,Medan : Bencana banjir bandang, tanah longsor, dan gempa yang melanda tiga provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh akhir November 2025 dan berlanjut hingga awal Desember 2025 meninggalkan duka mendalam bagi warga yang terdampak bencana.
Berdasarkan data yang dirilis dari BNPB ada ribuan rumah hancur, ribuan warga hilang dan meninggal dunia, serta akses bantuan terputus total di sejumlah wilayah.
Melihat skala kerusakan dan jumlah korban yang terus bertambah, Ketua DPRD Kota Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B, Senin (8/11/2025) mendesak pemerintah pusat untuk segera menaikkan status penanganan bencana tersebut menjadi bencana nasional.
Politisi PDI Perjuangan ini menyampaikan bahwa bencana bertubi-tubi berupa hujan deras, banjir bandang, longsor, hingga gempa telah menelan ribuan korban jiwa dan menghancurkan permukiman warga.
Baca Juga: Estimasi Gubsu, Kerugian Akibat Banjir dan Longsor di Sumut Mencapai Rp 9,98 Triliun "Ribuan jiwa melayang, banyak warga kehilangan rumah, harta benda, dan kini bertahan di pengungsian tanpa makanan dan minuman yang layak. Hingga saat ini akses jalan rusak, jembatan terputus, dan banyak korban belum tersentuh bantuan," ujar Ketua Permabudhi Sumatera Utara itu.
Ia menilai proses evakuasi dan penyaluran bantuan berjalan sangat lambat karena medan bencana sulit ditembus.
Ribuan pengungsi kini bertahan di tenda seadanya, bahkan sebagian besar sudah mulai kelaparan.