MATATELINGA, Toba :. Di tengah bangunan-bangunan tinggi yang menjulang di berbagai kota besar Indonesia, program penghijauan dengan menanam pohon langka mulai mendapat tempat sebagai bagian dari strategi pemulihan ekologi kota. Beberapa jenis pohon langka di Indonesia, seperti ulin (Eusideroxylon zwageri), ramin (Gonystylus sp.), dan merbau (Intsia sp.), kini mulai ditanam kembali di kawasan perkotaan sebagai upaya konservasi. Di Medan, kampus Universitas Sumatera Utara (USU) Kampus 2 Bekala menjadi lokasi penanaman pohon langka, termasuk kapur (Dryobalanops aromatica) dan resak minyak (Hopea bencana), sebagai bagian dari edukasi lingkungan.
Sebagai contoh nasional, Pemprov DKI Jakarta telah menanam pohon langka di Taman Bio‑Trans, Jalan Letjen Suprapto, Jakarta Pusat, untuk memperkuat konservasi ruang hijau kota. Pohon baobab yang langka juga dilaporkan ditanam, menandakan upaya penghijauan kota dengan jenis pohon berukuran besar dan unik, sekaligus memberikan manfaat ekologis dan edukatif bagi masyarakat perkotaan.
Baca Juga: Ruas Badan Jalan Pidie Jaya–Bireuen, Aceh Kembali Terendam, Karena Banjir Lagi