MATATELINGA, Medan: Sepanjang tahun 2025, angka kejahatan di Kota Medan terbilang masih sangat mengkhawatirkan. Beberapa kawasan di Kota Medan dikenal sangat rawan dengan aksi begal dan perampokan. Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. beberapa waktu lalu memimpin langsung peluncuran Tim Khusus (Timsus) Patroli JCS Polrestabes Medan di Lapangan Apel Polrestabes Medan.
Kombes Pol Calvijn menjelaskan bahwa Timsus JCS dibentuk sebagai kekuatan respons cepat Polrestabes Medan dalam menghadapi kejahatan jalanan. "Arti dari JCS adalah Jaga, Cegah, Sigap, dengan tujuan deteksi dini dan respon cepat terhadap kejahatan jalanan di wilayah hukum Polrestabes Medan," ucapnya.
Pasca diluncurkannya program JCS ini, aksi pencurian, perampokan, begal dan kejahatan lainnya tidak berkurang, tapi bergeser ke pinggiran seperti Hamparan Perak dan daerah pinggiran kota Medan lainnya. Tim JCS menyisir beberapa ruas jalan yang dianggap sangat rawan di Kota Medan menjadi lebih aman.
Baca Juga: Wanita Diduga Berusaha Menyamarkan 33 Pon Metamfetamin Saat Pemeriksaan Keamanan Bandara Persoalan yang kemudian muncul adalah, aksi-aksi kejahatan yang dilakukan oleh 'anak-anak muda' yang sesungguhnya memiliki masa depan yang cerah, tapi terhenti dan terpaksa melakukan aksi-aksi melanggar hukum demi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mirisnya lagi adalah, aksi kejahatan yang mereka lakukan demi untuk menebus atau membeli narkoba.
Aksi-aksi kejahatan yang dilakukan di jalanan sangat erat kaitannya dengan terpaparnya generasi muda kita oleh bujuk rayu para bandar dan pengedar narkoba. Bujuk rayunya sangat 'manis' diawal, dimana generasi muda kita diberikan gratis dulu, kemudian mulai tergiur dan ditawari paket hemat, hingga akhirnya setelah ketergantungan jadi mencari cara untuk mendapatkan uangnya.
Jalan pintas yang ditempuh adalah mencuri, merampok, begal, rayap besi atau aksi-aksi kejahatan lainnya. Ini semua dilakukan sudah dibawah pengaruh narkotika. Tidak ada rasa takut lagi saat melakukan aksi kejahatan. Bahkan, sebagian dari aksi ini dengan berani menghabisi korbannya demi untuk mendapatkan uang.
Operasi dengan sandi Gerebek Sarang Narkoba (GSN) yang dilaksanakan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak guna menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah hukum Polrestabes Medan.