MATATELINGA, Madina : Masyarakat Mandailing Natal menaruh harapan besar kepada Kapolres Mandailing Natal yang baru dilantik AKBP Bagus Priandy dan sudah memulai tugas barunya sebagai Kapolres Madina, Senin (12/1/2026). Harapan besar tersebut adalah menuntaskan persoalan narkoba, kejahatan lingkungan dan penyakit sosial yang marak di daerah ini.
Ketua Ikatan Pemuda Mandailing (IPM), Tan Gozali Nasution, Rabu (14/1/2026) menyambut baik pergantian pimpinan korps Bhayangkara di Kabupaten Mandailing Natal. Tan Gozali berharap keseriusan aparat kepolisian dalam memberantas narkoba.
"Sebagai pemuda Mandailing. Kita siap berkolaborasi dengan Kepolisian dalam mengatasi permasalahan-permasalahan di Madina. Karena persoalan narkoba, peti, bbm, perambahan hutan, tong emas memakai merkuri/sianida dan kerusakan alam dampak dari perusahaan perkebunan serta pertambangan di Madina. Permasalahan ini sudah sangat mendesak untuk diselesaikan di Mandailing Natal," paparnya.
Tan kemudian menggambarkan meningkatnya kasus pencurian di Madina. Itu menurutnya, dampak akibat peredaran narkoba yang kian marak ke berbagai sudut daerah di Kabupaten Madina.
Baca Juga: Kejati Sumut Tahan Direktur Utama PT PASU Terkait Korupsi Penjualan Aluminium Tahun 2018-2024 "Mencuri kotak amal Masjid & besi menjadi contoh kasus yang sekarang sering terjadi.
Narkoba jenis sabu-sabu ini tidak hanya menyasar orang berduit, tapi juga kaum miskin. Ini sudah semacam bencana di daerah ini," katanya menyebut itu terjadi karena lemahnya pengawasan aparat Kepolisian.
Peredaran narkoba ini, menurut Tan, sejalan juga dengan kejahatan lingkungan, seperti pertambangan emas ilegal yang banyak beroperasi di daerah-daerah aliran sungai yang ada di Kabupaten Madina. Dan ini juga harus jadi pekerjaan rumah Kapolres yang baru.
"Kita bisa lihat, di kecamatan-kecamatan yang banyak tambang emas bukan hanya dihilir sungai bahkan terjadi dihulu sungai yang ada di Madina, peredaran narkobanya juga tinggi. Karena apa? Dugaan kita selama ini justru difasilitasi oleh oknum aparat juga, semacam bisnis sampingan bagi payung mereka," kata Tan, tanpa mengurai aparat yang dimaksud.