MATATELINGA, Belawan : Ratusan kapal nelayan tidak melaut akibat cuaca exstrim, serta ribuan ABKnya menjadi pengangguran di Medan Utara,Kamis (15/01/2026.).
Baca Juga: Kerenkan, Pengedar dan Pengguna Narkoba Wanita Paruh Baya dan Lanjut Usia Sementara di pasaran ikan yang ada didatangkan dari luar Belawan seperti Tanjung Balai dan ditempat lainnya dan harganya mahal.
Cuaca exstrim ini cukup lama hingga bulan Februari 2026 yang akan datang. Hal tersebut disampaikan,Risky (35), warga Young Panah Hijau Medan Labuhan.
Untuk menutupi kebutuhan keluarganya, kami terpaksa bekerja serabutan. Apa lagi ini menjelang Puasa dan Lebaran.Susah lah namun apa daya,kami mengharapkan agar cuaca exstrim ini segera berakhir dan kami bisa melaut mencari ikan.
Pasar Sepi
Ketua Tim Pengamatan Pengolahan Data Dan Informasi Meteorologi Maritim, Budi Santoso.mengimbau para nelayan agar lebih waspada.
"BMKG juga mengeluarkan peringatan dini, akan terjadi gelombang tinggi dengan ketinggian satu hingga dua meter terjadi di Samudera Hindia Aceh dan bagian Barat Kepulauan Nias akan terjadi dua hari kedepan atau sampai tanggal 16 Januari," sebut Budi Santoso.
Pantauan wartawan, ratusan kapal nelayan diperairan Belawan dalam sepekan ini tidak bisa ke laut, untuk menangkap ikan akibat cuaca buruk yang terjadi diperairan Aceh dan Nias, terpaksa hanya menambatkan kapal nya di dermaga Pelabuhan Perikanan Samudera, Gabion, Belawan, Sumatera Utara.
Cuaca buruk ini berdampak kepada hasil tangkapan ikan di laut jadi menyusut hingga membuat pasokan ikan basah juga menyusut drastis dan terjadinya kenaikan harga ikan basah di Pasar Kapuas Jl. Kapuas Kelurahan Belawan II, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.