MATATELINGA, Medan :Rumah Sakit (RS) Adam Malik menggelar edukasi kesehatan terkait stunting dalam rangka Hari Gizi Nasional (HGN) tahun 2026 yang diperingati setiap tahun pada tanggal 25 Januari. Penyuluhan kesehatan yang diikuti oleh perwakilan Puskesmas se-Kota Medan ini difasilitasi oleh Instalasi Promosi Kesehatan dan Pemasaran Rumah Sakit (PKPRS) di Aula Gedung Administrasi RS Adam Malik, Senin (26/1/2026).
Dalam sambutan Direktur Medik dan Keperawatan RS Adam Malik Dr dr Otman Siregar SpOT Spine MH berharap
Hari Gizi Nasional ini bisa menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai
gizi seimbang. "Kegiatan penyuluhan kesehatan stunting ini dapat memberikan manfaat yang nyata, meningkatkan pengetahuan, serta mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah pola hidup yang lebih sehat dan berkualitas," ucapnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Dinas Kesehatan Kota Medan. Sedangkan sesi utama penyuluhan kesehatan diisi oleh dr David Luther MKed(OG) SpOG(K), serta dr Tiangsa Sembiring MKed(Ped) SpA(K) dan dr Winra Pratita MKed(Ped) SpA(K), yang membahas terkait dengan pencegahan dan penanganan masalah gizi ibu dan anak.
Baca Juga: Kesigapan Polsek Parapat Ungkap Fakta Satwa Terlindas di Jembatan Sisera-sera, Sempat Disangka Anak Harimau Di antaranya, terkait upaya pencegahan stunting sejak masa kehamilan, pemenuhan nutrisi adekuat (nutrisi seimbang) pada 1.000
Hari Pertama Kehidupan (HPK) untuk mencegah stunting dan wasting (kurang
gizi akut), serta tata laksana dan alur rujukan kasus stunting dan wasting.
"Pemberian nutrisi dalam 1.000 HPK penting untuk pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal. Rekomendasi WHO adalah pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan dan pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) paling lambat usia 6 bulan. Pemberian nutrisi yang seimbang dan adekuat ini akan mencegah terjadinya stunting dan gizi buruk pada anak," kata dr Tiangsa.
Kegiatan ini sendiri menegaskan komitmen RS Adam Malik sebagai fasilitas pelayanan kesehatan dalam perannya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. RS vertikal Kementerian Kesehatan RI ini tidak hanya berperan dalam pelayanan pengobatan, tetapi juga memiliki tanggung jawab besar dalam upaya promotif dan preventif. (Mtc/edi). -