MATATELINGA, Tahun 1990-an, anak muda yang baru tamat SMA di Desa Kampung Baru, Kecamatan Panyabungan Utara Kabupaten Mandailing Natal terutama dari keluarga besar dan terbilang kurang mampu disarankan untuk merantau mencari pekerjaan dan hidup mandiri di perantauan.
Oleh : James P Pardede
Hal tersebut juga yang dilakoni Jufri Paruntungan Pardede, anak kedua dari 8 bersaudara begitu tamat SMA langsung merantau ke Jakarta dan tinggal sementara di rumah paman. Tiga bulan menganggur akhirnya dapat kerja di perusahan ritel, tak berselang lama beralih lagi ke perusahaan lain dan ia pun memutuskan untuk kuliah sambil kerja.
Baca Juga: Gubernur Bobby Nasution Buka Puasa Perdana Ramadan Bersama Warga di Hunian Korban Banjir Sorkam Setelah tamat kuliah jurusan komputer dari salah satu perguruan tinggi di Jakarta, ia banting setir dan memberanikan diri memulai usaha percetakan. Sewaktu masih kuliah, ia sudah mengenal isterinya yang sekarang Selvy Mekarsari yang kemudian dikasih marga boru Siburian.
Salah satu impian Jufri Pardede sebelum menikah adalah memiliki rumah sendiri. Beberapa informasi terkait kepemilikan rumah pun sudah dicari dan dipertimbangkan masak-masak, termasuk tawaran dari marketing Kredit Pemilikan Rumah (KPR) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN).
"Pada waktu masih pacaran, kami bersepakat untuk patungan membeli rumah. Dan ini menjadi tantangan buat saya untuk benar-benar bersepakat menikah juga. Setelah kami melihat-lihat rumah di Mutiara Gading Timur 2 dan lokasinya tepat di sudut (hook), sehingga ada kelebihan tanah yang bisa dikembangkan, kami memutuskan untuk membelinya lewat KPR BTN," katanya.
Setelah merasa cocok dengan lokasinya, kata Jufri ia dan calon isterinya pada waktu itu menandatangani akad kredit sekitar Juli 2004 dengan tenggat waktu 15 tahun dan cicilannya sekitar Rp800 ribu per bulan.