MATATELINGA, Sibolga: Menjelang Hari Raya Idulfitri Tahun 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Sibolga melalui Dinas Kesehatan melaksanakan pemeriksaan dan pengawasan pangan secara intensif di sejumlah pasar tradisional, swalayan, serta sentra takjil di Kota Sibolga, kemarin.
Pemeriksaan tersebut dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Kesehatan Kota Sibolga, Sri Wahyuni, SKM., M.Si., didampingi Kepala Bidang Pelayanan Sumber Daya Kesehatan, dr. Nurwinda Saidi Rijal, serta Pj. Seksi Kefarmasian, Alat Kesehatan, dan PKRT, Lanny Permata Sari Nst., S.Farm., Apt.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk melindungi masyarakat serta mengantisipasi potensi peredaran pangan olahan yang tidak memenuhi ketentuan (TMK), seperti produk tanpa izin edar, produk kedaluwarsa atau rusak, label kemasan yang tidak sesuai ketentuan, serta memastikan keamanan takjil, makanan olahan, dan parsel Lebaran dari penggunaan bahan berbahaya seperti formalin, boraks, serta pewarna tekstil Rhodamin B dan Methanil Yellow.
Pengawasan dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Pasar Tradisional Sibolga Nauli, Pasar Kota Baringin, Swalayan Nauli, Aido, sejumlah gerai Indomaret dan Alfamart, serta Sentra Takjil Kota Baringin.
Baca Juga: Wali Kota Wesly Melalui Sekda Siantar, Pimpin Rapat Persiapan Malam Takbirp Dalam pelaksanaannya, tim melakukan pemeriksaan terhadap kemungkinan penggunaan zat berbahaya, pengecekan kemasan, label, izin edar, serta tanggal kedaluwarsa pada produk pangan kemasan maupun produk industri rumah tangga pangan yang dijual di swalayan dan gerai ritel. Pemeriksaan dilakukan menggunakan metode uji cepat (rapid test kit) di lapangan serta inspeksi langsung ke gudang dan tempat penjualan.
Pengawasan ini bertujuan untuk menjamin perlindungan konsumen, memastikan produk pangan yang beredar aman dan bermutu, mencegah potensi keracunan makanan, serta mendeteksi kemungkinan penggunaan bahan kimia berbahaya pada pangan.
Berdasarkan hasil pengawasan di lapangan, sampel pangan yang diambil dari Pasar Tradisional Sibolga Nauli seperti mie tek-tek, anggur ungu, cincau, mie kwetiau, tahu, bakso, kolang-kaling, cendol, kurma, kue lapis, dan semangka merah menunjukkan hasil negatif dari kandungan boraks, formalin, Rhodamin B, dan Methanil Yellow.