MATATELINGA,Palas: Kenaikan harga daging di Pasar Sibuhuan sangat melonjak, dari Rp 120.000 /kg menjadi Rp 170.000,-/kg. Demikian disampaikan penjual daging, ibu Sy Harahap, Jum'at (20-3/2026).Kejadian kenaikan harga daging di pasar Sibuhuan sangat tinggi, hingga membuat pembeli merasa terkejut dan tidak elok lagi menanyakan harga kikil, tulang dan lainnya.Seperti halnya Idris yang mengurungkan niatnya beli daging untuk lauk hari lebaran, 1 Syawal 1447 H tepat pada 21-03-2026.Menurutnya, "lebih bagus beli ikan atau daging ayam dengan harga jauh lebih murah ketimbang beli daging yang harganya selangit", kesalnya.Sementara hasil penelusuran MATATELINGA di tempat atau pasar yang lain di wilayah Kabupaten Padang Lawas, seperti halnya di Pasar Sibuhuan, Harga Daging Lembu dan Kerbau Rp130.000-Rp 140.000/kg. Perbedaan harga ini mencapai Rp.30.000-50.000/kg.Pada hari yang sama MATATELINGA, menemui, Asran Siregar penjual Daging di Pasar Binanga, mengatakan, mereka menjual daging setiap menjelang lebaran sudah 8 tahun, namun harga pasar tidak pernah lebih tinggi dari harga dari pasar Sibuhuan. "Harga kerbau dan lembu sama saja yang dijual di sini dan dijual ke wilayah pasar Sibuhuan. Kemungkinan disana lebih banyak peminat dan lebih bagus ekonominya ketimbang di pedesaan", sebutnya.Saat ditanya soal pengawasan harga dari dinas Perdagangan Pemerintah Padang Lawas, jawabnya tidak ada ketentuan dan pengawasan yang diketahuinya.Untuk menindaklanjuti hasil temuan, Pada hari yang sama juga, MATATELINGA melakukan konfirmasi langsung, kepada, Imron Saleh Siregar, Kabang Ekonomi, yang menjelaskan, bahwa aturan maupun ketentuan soal harga daging di Padang Lawas tidak ada, melainkan harga bahan barang subsidi yang ditentukan.
Lain halnya disampaikan, Wyldan Ansory Hasibuan PLT Kadis Perindag Padang Lawas yang mengatakan, aturannya ada karena masuk dalam kategori makanan penting."Sebenarnya ada berdasarkan BAPOKTING (Bahan Pokok penting). Ketentuan harga daging adong dan ini pengawasannya setiap hari. Sementara untuk hari ini tidak ada pengawasan, karena dianggap ini musiman," sebutnya.Laporan Warwatan
Palas Pulungan