MATATELINGA, Binjai:Puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Pemuda & Mahasiswa Binjai, menggelar aksi unjukrasa didepan gerbang Pemerintahan Kota Binjai, Kamis (02/04/2026).
Aksi ini akibat kekesalan dan memprotes kondisi infrastruktur jalan yang kian memprihatinkan, serta kebijakan penunjukan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) yang didatangkan dari luar daerah.
Aksi unjukrasa diwarnai dengan pembakaran ban bekas. Kepulan asap hitam yang membumbung tinggi menjadi simbol kekesalan masyarakat terhadap lambatnya respon Pemerintah Daerah dalam menangani jalanan yang rusak berat dibergai Kecamatan.Koordinator Aksi, Oza Hasibuan, dalam orasinya menegaskan, masyarakat Binjai sudah lelah dengan janji janji manis dari instansi terkait yang tidak kunjung terealisasi."Jalanan kita hancur, nyawa pengendara terancam setiap hari, sementara pejabat yang berwenang seolah menutup mata. Kami butuh aksi nyata, bukan sekadar rotasi jabatan yang tidak berdampak," ujar Oza di tengah kerumunan massa.Pantauan dilapangan saat aksi salah satu poin krusial dalam tuntutan mereka adalah penolakan terhadap sosok Kadis PUTR Binjai yang dianggap sebagai "orang luar" atau pejabat impor.Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai menilai, kebijakan tersebut mencederai potensi putra daerah yang lebih memahami kondisi geografis dan sosiologis Kota Binjai."Mengapa harus impor dari luar daerah, apa tidak ada lagi putra terbaik dari Binjai yang mampu mengurus jalan. Alhasil pejabat tersebut tidak merasakan kepedulian memiliki kota ini," tegas Oza dengan nada kesal. Sebagai bentuk protes lanjutan yang lebih ekstrem, Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Binjai mengancam akan melakukan aksi simbolis yang unik namun menohok.Oza juga menegaskan, jika dalam waktu dekat tidak ada perbaikan signifikan, mereka berkomitmen untuk menanam 1.000 bibit pohon pisang di sepanjang jalanan yang berlubang."Jika jalan ini tidak segera diperbaiki, kami akan mengubahnya menjadi kebun pisang. Setidaknya, pohon pisang lebih berguna bagi warga daripada lubang yang hanya mengundang maut," kata Oza dari balik gerbang besi pintu masuk yang dijaga puluhan personil Kepolisian serta Satpol PP.Aksi akhirnya berakhir dengan tertib meskipun pengawalan dari pihak kepolisian tetap siaga, massa aksi berjanji akan kembali dengan jumlah yang lebih besar jika tuntutan mereka diabaikan oleh pemangku kebijakan daerah yakni Wali Kota. (Irpan)
Baca Juga: Polres Binjai Gerebek Desa Perhiasan, Cari Apa...?