MATATELINGA - Medan : Civitas Akademika Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Kesehatan Sumut dan Dinas Kesehatan Kota Medan menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG), Senin (11/5/2026) sampai Rabu (13/5/2026) di Hall Ign. Washington Purba Kampus USM Indonesia Medan.
Sejak pagi, ribuan mahasiswa, pegawai dan dosen USM Indonesia sudah berkumpul di aula dan kepada seluruh peserta atau warga yang memeriksakan kesehatan diwajibkan mendaftar pada aplikasi SatuSehat di PlayStore atau AppStore serta melakukan link screening.
Pelaksanaan CKG di USM Indonesia ditangani langsung oleh tenaga medis dari Puskesmas Helvetia, Puskesmas Lalang, Puskesmas Sunggal dan Puskesmas Darussalam. Pemeriksaan yang dilakukan antara lain berat badan, tinggi badan, lingkar perut, pemeriksaan gigi dan mulut, serta konsultasi dengan dokter terkait penyakit yang diderita.
Baca Juga: Dukung Talenta Digital Muda, Pelindo Regional 1 Raih Penghargaan Langsung dari Wali Kota Medan Menurut Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr. Parlindungan Purba, SH, MM didampingi Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes mengapresiasi pelaksanaan CKG di USM Indonesia.
Kegiatan ini, kata Parlindungan Purga tidak hanya menjadi layanan medis semata, tetapi juga simbol hadirnya negara di tengah masyarakat melalui pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau dan menyentuh langsung kebutuhan rakyat.
Parlindungan Purba juga menyampaikan apresiasi atas perhatian besar pemerintah pusat hingga pemerintah daerah terhadap kesehatan masyarakat, khususnya generasi muda di lingkungan pendidikan tinggi.
"Program Cek Kesehatan Gratis merupakan langkah strategis yang sangat positif karena mengedepankan upaya pencegahan penyakit sejak dini. Kami memberikan apresiasi kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Bapak Prabowo yang telah menggagas program cek kesehatan gratis ini. Kemudian program ini ditindaklanjuti dengan sangat baik oleh Gubernur Sumatera Utara Bapak Bobby Nasution dan seluruh kepala daerah di Sumatera Utara," paparnya.
Baca Juga: Sapa Warga di Medan Timur, Rico Waas Bawa Pimpinan Perangkat Daerah, Keluhan Warga Langsung Dieksekusi Program CKG ini, menurut Parlindungan menjadi bukti nyata bahwa pemerintah tidak hanya membuat kebijakan dari balik meja, tetapi benar-benar hadir langsung menjangkau masyarakat. Parlidungan Purba juga berkesempatan melihat langsung pelaksanaan CKG di Puskesmas Helvetia dan ikut antri bersama masyarakat memeriksa kesehatan.
"Hari ini pemerintah mendatangi masyarakat secara langsung. Ini sangat luar biasa karena sifatnya komunal, menyentuh masyarakat luas, termasuk mahasiswa sebagai generasi penerus bangsa. Kami melihat antusiasme yang sangat tinggi, dan target sekitar 2.000 peserta optimistis dapat tercapai dalam 3 hari pelaksanaan CKG," katanya.
Parlindungan menegaskan bahwa kesehatan merupakan fondasi utama dalam membangun kualitas sumber daya manusia. Karena itu, ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan, terutama di lingkungan pendidikan.
"Kampus bukan hanya tempat membangun kecerdasan intelektual, tetapi juga tempat membangun kesadaran hidup sehat. Ketika mahasiswa sehat, maka proses belajar, kreativitas, dan produktivitas juga akan meningkat," tegasnya.
Baca Juga: Zakiyuddin Harahap dan Konsul Jepang di Medan Bahas Peluang Kerja Sama Sementara itu Kepala Bidang Kesmas Dinas Kesehatan Sumut Hery Valona Bonatua Ambarita, S.Kep, M.Kes mengutarakan program CKG di Sumut sudah menjangkau 1,2 juta penduduk. Ditargetkan program ini di Sumut dapat menjangkau 7 juta penduduk.
Dari hasil CKG tersebut diketahui kebanyakan memiliki gejala penyakit hipertensi dan diabetes. "Kita beri obat. Bila diperlukan pengobatan lanjutan akan dirujuk ke rumah sakit. Bila tak memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS), akan ditangani melalui status Universal Health Coverage (UHC) dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Program CKG 2026 berbeda dengan program serupa di tahun sebelumnya. "Pelaksanaan CKG tidak lagi dikhususkan saat momen ulang tahun tiap penduduk. Tetapi dilakukan satu kelompok atau satu komunitas, seperti di kampus USM Indonesia, " katanya.
USM Indonesia, kata Hery Valona menjadi perguruan tinggi pertama yang melaksanakan CKG bagi sivitas akademika. Berikutnya kegiatan serupa berlanjut ke Universitas Asahan dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara.
Baca Juga: Pemko Medan Berkomitmen Bangun Kehidupan yang Inklusif dan Harmonis di Tengah Keberagaman Secara khusus, Hery Valona mengingatkan pentingnya rutin memeriksakan kesehatan. Kemudian giatkan gerakan masyarakat hidup sehat.
''Perhatikan pola makan, olahraga, istirahat dan minum air putih secara rutin. Bila sudah ada penyakit, berobatlah ke Puskesmas dan rumah sakit," tandasnya.
Baca Juga: Tutup Medan Coding Competition 2026, Rico Waas: Teknologi* *Ciptakan Solusi