Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Diskusi Publik Stop Bawang Merah Impor Ilegal, BEM dan Petani Karo Minta Pemerintah Agar Berpihak pada Petani

Diskusi Publik Stop Bawang Merah Impor Ilegal, BEM dan Petani Karo Minta Pemerintah Agar Berpihak pada Petani

James Pardede - Selasa, 26 Mei 2026 23:05 WIB
Matatelinga/james
Diskusi Publik Stop Bawang Merah Impor Ilegal, BEM dan Petani Karo Minta Pemerintah Agar Berpihak pada Petani

MATATELINGA -Medan : Berawal dari keresahan petani bawang merah di Kabupaten Karo ketika di depan mata mereka sendiri menyaksikan bahwa bawang merah impor ilegal beredar di pasar. Belum lagi keresahan itu terjawab, petani bawang merah merugi karena hasil panennya tak sesuai dengan harapan. Bawang merah mereka diserang hama baru yang diduga ikutan dari bawang impor ilegal.

Petani bawang merah Karo melakukan aksi dan bertemu dengan Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, dan BEM se Kota Mesan. Maka digagaslah Diskusi Publik "Stop Bawang Merah Ilegal" di Aula Suratman Kampus Fak. Pertanian USU, Selasa (26/5/2026).

Diskusi Publik menghadirkan dua Narasumber, Ir. Yusak Maryunianta, MP (Dosen Agribisnis FP USU) dan Ir. Jonni Akim Purba, MP (Sekretaris Dinas Ketenagakerjaan Provsu).

Baca Juga: Tanam Cabai di Sunggal, Bupati Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Irigasi

Selain dihadiri mahasiswa dan utusan BEM se- Kota Medan, diskusi publik juga dihadiri petani bawang merah dari Kabupaten Karo serta undangan lainnya.Dalam paparannya, Jonni Akim Purba mengulas beberapa data dan dimana peluang terjadinya impor bawang merah ilegal. Jonni Akim yang memulai Karis ASN-nya di Dinas Pertanian memiliki pengalaman dalam menanam dan mengawal distribusi bawang merah.

Secara khusus, kata Jonni Akim petani sangat kecewa dengan masuknya bawang merah ilegal. Dengan masuknya bawang merah ilegal ini, Jonni Akim mengajak petani agar lebih fokus dan sepakat bersatu untuk mensosialisasikan kepada teman, keluarga agar tidak mengonsumsi atau membeli bawang merah impor ilegal.

Sama halnya dengan Yusak Maryunianta selaku dosen Agribisnis mengupas dampak sosial yang ditimbulkan masuknya bawang merah impor ilegal.

"Petani bawang merah harus kompak dan bersatu dalam melawan impor bawang merah ilegal masuk ke Karo dan Sumatera Utara. Kalau kita bersatu dan bersepakat untuk menanam bawang. merah dengan kualitas terbaik, yakin dan percaya bawang merah impor ilegal akan diinggal, tapi kita harus sepakat menolak impor ilegal bawang merah," kata Yusak.Dalam acara diskusi yang sangat alot tersebut, petani Karo bersama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) mendesak pemerintah segera menindak tegas oknum pelaku atau distributor bawang merah ilegal yang dinilai menghancurkan harga jual hasil panen petani lokal di Sumatera Utara.

Baca Juga: Antisipasi El Nino Godzilla, Pemprov Sumut Perkuat Mitigasi untuk Jaga Produksi Pangan

Petani bawang asal Karo, Rosimah Tarigan, mengatakan harga bawang dari petani mengalami penurunan drastis akibat maraknya bawang merah ilegal yang masuk ke pasar. Kondisi itu membuat kesejahteraan petani semakin terancam.Ekait hama dan penyakit tanaman yang hingga kini belum mendapatkan solusi, Rosmiah Tarigan meminta pemerintah segera turun dan meneliti penyakit yang menyerang tanaman bawang mereka, agar mereka bisa dengar cepat dan tepat dalam mengatasi masalahnya.

"Kami mau tindakan nyata. Seperti yang Bapak Mentan (Menteri Pertanian) katakan, 'tangkap dan penjarakan" pelaku impor ilegal tersebut .Itu yang kami tuntut, itu yang kami harapkan, dan itu yang kami tunggu dari pemerintah," katanya.

Rosimah menyebut para petani sebelumnya telah melakukan aksi damai dan menghadiri rapat dengar pendapat (RDP). Namun, mereka menilai belum ada tindakan serius untuk memberantas praktik bawang ilegal.

"Kami akan kembali melakukan aksi apabila pemerintah dinilai lamban menangani persoalan kami. Bersama dengan mahasiswa,kami akan terus menyuarakan permasalahan yang kami hadapi ini sampai pemerintah memberikan jawaban dan solusinya," tegasnya.

Baca Juga: Cegah Dini El Nino Godzilla Demi Swasembada Berkelanjutan, Bu Estu Turun Langsung Memastikan Kesiapan Petani

Ketua BEM Fakultas Pertanian USU, Mhd Haikal Ramadhan, mengatakan mahasiswa mendukung penuh tuntutan petani dan meminta pihak terkait bertanggung jawab atas masuknya bawang ilegal ke Sumut."Kami berharap ini ditindaklanjuti oleh pihak terkait, pihak yang bertanggung jawab atas masuknya barang bawang ilegal ini ke Provinsi Sumatera Utara," katanya.Perwakilan mahasiswa pertanian USU, Kevin Kristia Tarigan, menuding bawang ilegal yang masuk ke Indonesia telah merusak ekonomi petani lokal. Dalam forum tersebut, ia bahkan menunjukkan contoh bawang yang disebut berasal dari jalur impor ilegal."Bahkan ada yang masuk secara legal dengan memasukkan nama bawang bombay padahal yang dikirim adalah bawang merah. Kawan-kawan tahu yang boleh masuk ke Indonesia hanyalah bawang bombay dan bawang putih. Tapi yang masuk justru bawang merah, dan ini mempengaruhi distribusi dan pasar bawang merah di daerah, " tandas Kevin.Bersama BEM se-Kota Medan, pihaknya juga menyatakan dukungan penuh untuk membantu para petani mendapatkan haknya, serta menemukan solusi bersama untuk mengangkat taraf hidup petani bawang merah.

Ketua Aliansi Petani Bawang Merah Sumatera Utara, Paulus Sitepu menegaskan bahwa keberadaan bawang ilegal membuat banyak petani takut kembali menanam bawang merah karena khawatir harga kembali jatuh saat panen.

"Itu sebabnya kita menyuarakan Save Petani dan Stop Impor bawang merah ilegal," tegasnya.Paulus Sitepu meminta pemerintah dan pihak terkait agar serius dalam menanganinya. Menindak tegas pelaku dan segera menghentikan peredaran bawangerah ilegal sampai ke pasar agar tidak mempengaruhi harga di tingkat petani.

Tak hanya itu, mereka juga melakukan petisi tanda tangan untuk menolak peredaran bawang merah impor ilegal, serta meminta perlindungan hasil tani dalam negeri demi kesejahteraan petani lokal.Di akhir kegiatan, disepakati untuk membuat laporan hasil diskusi secara lengkap menjadi satu kesimpulan dan disampaikan ke pemerintah agar ditindaklanjuti secepatnya.

Baca Juga: Dua Tersangka Kasus Impor Ilegal Ponsel Produk Lainnya, Diamankan Satgas Gakkum Penyelundupan Polri

Editor
: Admin

Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Tanam Cabai di Sunggal, Bupati Tindaklanjuti Keluhan Petani Soal Irigasi

Berita Sumut

Antisipasi El Nino Godzilla, Pemprov Sumut Perkuat Mitigasi untuk Jaga Produksi Pangan

Berita Sumut

Cegah Dini El Nino Godzilla Demi Swasembada Berkelanjutan, Bu Estu Turun Langsung Memastikan Kesiapan Petani

Berita Sumut

Dua Tersangka Kasus Impor Ilegal Ponsel Produk Lainnya, Diamankan Satgas Gakkum Penyelundupan Polri

Berita Sumut

DPRDSU Sorot Bawang Impor Ilegal Marak

Berita Sumut

Petani Minta Polda Sumut Tangkap Mafia Bawang Ilegal