MATATELINGA, Medan: Dua pria yang tega menguras kering tabungan nasabah, kini hanya bisa meringis kesakitan setelah kakinya ditembus timah panas Tim Jatanras Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Medan.Tamat sudah petualangan haram komplotan bandit spesialis ganjal ATM yang selama ini bikin resah warga Medan.Masing masing kedua tersangka berinisial Mua alias Komeng (40) dan IS alias Ipan (34), hanya menahan kesakitan luka tembak dibagian betis, saat berada di RS Bhayangkara Poldasu. Mereka diringkus dalam operasi senyap terpisah pada Rabu (3/6/2026) dan Senin (8/6/2026).Saat hendak diciduk keduanya malah nekat melawan petugas. Alhasil, polisi tanpa ampun langsung memberikan "hadiah" tindakan tegas dan terukur, hingga Komeng dan Ipan tak berdaya.Usut punya usut, kedua pelaku ini ternyata bukan pemain baru alias stok lama dunia kriminal."Berdasarkan catatan kepolisian, salah satu pelaku merupakan residivis kasus ganjal ATM, sementara satu lainnya pernah terlibat perkara narkoba," bisik sumber di lingkungan Satreskrim Polrestabes Medan, Rabu (10/6/2026).Modus yang dimainkan komplotan ini terbilang licik dan tega luar biasa. Mereka sengaja mengincar korban yang lemah, mulai dari orang tua (lansia), pensiunan, hingga warga gagap teknologi (gaptek) yang kebingungan di mesin ATM.Aksi mereka terbilang rapi.Komeng diciduk lebih dulu di kawasan Tebingtinggi. Ogah masuk bui sendirian, Komeng "bernyanyi" hingga polisi bergerak cepat mencengkeram Ipan di sebuah rumah kos di kawasan Medan Petisah.Dari hasil interogasi, sepak terjang kedua penjahat ini bikin elus dada. Mereka mengaku sudah mengacak-ngacak sedikitnya 23 titik ATM di wilayah Medan, Binjai, hingga Tebing Tinggi. Pandainya, mereka sengaja memilih ATM yang ramai pengunjung agar aksi liciknya tak dicurigai warga.Beberapa lokasi yang menjadi "ladang duit" haram mereka antara lain ATM BNI Gaperta, ATM Center Marelan, kawasan Padang Bulan, Selayang, Simalingkar, Kampus Haji Anif, hingga sejumlah SPBU dan minimarket."ATM BNI Gaperta diduga menjadi salah satu lokasi favorit pelaku. Dari penyelidikan sementara, lokasi itu beberapa kali disebut menjadi sasaran," tambah sumber.Pelaku mengganjal slot kartu ATM dengan alat khusus hingga kartu korban tersangkut. Saat korban mulai panik, salah satu pelaku berpura-pura menjadi "malaikat penolong" yang sok baik, padahal matanya melirik tajam mengintai PIN yang ditekan korban.Begitu korban pergi dengan tangan kosong, giliran pelaku yang tertawa lebar. Kartu ATM yang tersangkut langsung dicungkil, dan dalam hitungan jam, isi rekening korban dikuras habis tanpa sisa! Tak main-main, kerugian korban mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.