MATATELINGA - Medan : Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumatera Utara (Sumut) Sulaiman Harahap memastikan seluruh persiapan pelaksanaan Jambore Daerah Sumut ke-XI berjalan optimal. Kegiatan yang akan digelar pada 8–12 Juli 2026 di Bumi Perkemahan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang, tersebut akan diikuti 3.650 peserta dari 32 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-Sumatera Utara.
Kepastian tersebut disampaikan Sulaiman saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan
Jambore Daerah Sumatera Utara ke-XI Tahun 2026 di Ruang Rapat I Lantai 2, Kantor Gubernur
Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Jumat (3/7/2026).
"Semua persiapan harus terkoordinasi dengan baik agar ketika ada hal-hal yang terjadi dapat diantisipasi dengan cepat. Seperti Dinas Kesehatan, ini yang paling penting. Ketersediaan obat-obatan serta koordinasi dengan rumah sakit rujukan," kata Sulaiman.
Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemprov Sumut Jajaki Kemitraan Strategis dengan Rumah Tani Nusantara Menurutnya, seluruh aspek pelaksanaan jambore harus direncanakan secara matang mengingat ribuan peserta berasal dari berbagai daerah di Sumatera Utara.
"Saya tidak ingin hal-hal sepele namun menjurus ke lebih berbahaya. Karena mereka datang dari berbagai daerah, bisa saja perubahan cuaca memengaruhi kesehatannya. Seperti terjadi diare, kemudian kembung, yang bisa berakibat lebih, pingsan. Semuanya harus dipersiapkan," ucapnya.
Selain kesiapan layanan kesehatan, Sulaiman juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan di lokasi perkemahan agar para peserta merasa nyaman selama mengikuti kegiatan. Menurutnya, semangat
Jambore Daerah harus sejalan dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
"Pelaksanaan Jambore Daerah ke-XI adalah menjaga bumi, bukan mengotori bumi," tegasnya.
Baca Juga: Dihadapan Mahasiswa UINSU Sutarto : Mengajak Perkuat Gerakan Literasi Digital. Ia juga meminta seluruh perangkat daerah terkait memberikan dukungan penuh demi kelancaran kegiatan.
"Dibutuhkan intervensi dari berbagai perangkat daerah seperti Dinas Perhubungan, Lingkungan Hidup, PUPR, PLN, PDAM, dalam kelancaran pelaksanaan kegiatan ini. Karena selain para peserta yang merupakan anak sekolah, nantinya juga dihadiri Forkopimda dan sejumlah kepala daerah," katanya.
Sulaiman berharap
Jambore Daerah ke-XI tidak hanya menjadi ajang pembinaan kepramukaan, tetapi juga mampu melahirkan generasi muda yang menjadi agen perubahan, termasuk dalam upaya mencegah penyalahgunaan narkoba.
Ia menilai materi mengenai bahaya narkoba penting diberikan kepada seluruh peserta selama kegiatan berlangsung.
Baca Juga: BULOG Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan, Menko Polkam Tinjau Cadangan Beras Pemerintah di Sumatera Utara Sementara itu, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sumatera Utara Dikky Anugerah mengatakan
Jambore Daerah
Sumut ke-XI menjadi satu-satunya jambore di Indonesia yang membebaskan biaya perkemahan bagi seluruh peserta.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan arahan Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution agar kegiatan kepramukaan dapat diikuti lebih banyak generasi muda dan memberikan manfaat yang luas bagi pengembangan karakter serta kreativitas mereka.
"Peserta berasal dari 32 kwarcab terdiri dari 3.650 peserta penggalang. Acara ini diapresiasi secara nasional karena satu-satunya jambore yang membebaskan biaya perkemahan peserta," ucap Dikky.
Ia menjelaskan, penyelenggaraan Jambore Daerah tahun ini mengusung tiga pilar utama, yakni karakter dan patriotisme, keterampilan dan inovasi, serta persiapan nasional.
Baca Juga: KPK Dikabarkan OTT Pejabat di Sumut "Pilar-pilar tersebut diharapkan memperkuat persatuan, cinta tanah air, implementasi trisatya dan dasa darma. Kemudian dapat mengembangkan kreativitas generasi muda dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045," pungkasnya.