Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Anggota TNI AD Kembali di Rampok dan Dibacok Geng Kereta
Geng Kereta

Anggota TNI AD Kembali di Rampok dan Dibacok Geng Kereta

Admin - Kamis, 01 Januari 2015 13:46 WIB
google
ilustrasi
MEDAN - Matatelinga, Perampokan dan pembacokan kembali terjadi  terhadap anggota TNI di kawasan Pasar VIII Sei Mencirin Sunggal Kabupaten Deliserdang, Selasa (30/12) sekira pukul 23.00. Kini, Koptu Indra Sunarto (38) kondisi kritis di ruang operasi lantai tiga gedung C RSUD mendapat perawatan RS H Adam Malik.Informasi dilapangan, anggota TNI AD tinggal di Jl Jati, Dusun II, Sei Mencirim, Sunggal yang bertugas Denmadam I/BB mengendarai kenderaan roda dua Honda Beat BK 2276 AEF dengan nomor rangka MH1jFD11XDK053679 dan nomor mesin jFD1E1034286 hendak menuju pulang ke rumahnya. Diduga tiba tiba dihadang dan kelewang geng kereta berjumlah enam orang  dilengkapi senjata tajam terhadap anggota TNI tersebut dilokasi kejadian tidak jauh dari Desa Sempatri Sunggal.Pascamengalami perampokan, korban yang wajahnya rusak berat karena dibacoki kawanan genk motor itu sempat dilarikan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Adam Malik. Karena kondisinya parah, korban pun kemudian langsung menjalani operasi sejak pukul 08.00 WIB. Salah seorang pegawai medis RS H Adam Malik pada wartawan menjelaskan . "Kebetulan pak Indra lagi operasi pak. Sejak pagi belum selesai operasinya. Silahkan ke gedung C lantai tiga ya pak. Dari tadi pagi memang banyak sekali tentara datang ke sini. Mungkin itu temannya pak Indra," kata petugas medis sembari menuliskan ruangan operasi di secarik kertas putih. Terlihat di lantai III gedung C RS H Adam Malik, suasana tampak sepi dan hanya ada beberapa dokter muda yang lalu lalang di depan ruang operasi. Tida berapa lama, bertemu dengan sepupu korban bernama Bayu Eko Prasetyo ,31, yang tengah terduduk lesu di tangga tak jauh dari ruang operasi. Salah seorang keluarga Indra bernama Bayu dengan menggunakan baju berkaus kuning bercelana pendek menjelaskan ini kemudian bertanya pada Tribun. sebelum korban dirampok, usai maghrib Selasa (30/12) petang korban berangkat ke rumah temannya."Kebetulan Korban (Indra) baru saja pindah dari Serang (Banten) dan baru enam bulan tugas di Medan. Sebelum kejadian, Indra pamit mau ke rumah temannya," ujar Bayu. Setelah berkunjung ke rumah temannya, jelang dinihari, korban yang tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat merah BK 2276 AEF berencana langsung pulang ke rumahnya. Namun naas, karena situasi lokasi kejadian sepi, korban tak sadar tengah diikuti enam orang pemuda yang mengendarai tiga sepeda motor."Dari informasi yang kami dapat, pelakunya naik tiga kereta,mereka bawa senjata tajam," korban pun dipepet oleh para pelaku. Saat itu, diduga korban melakukan perlawanan hingga tangan kanannya ditebas klewang. "Luka yang di derita abang kami ini cukup parah ,lengan kanannya hampir putus. Karena tulangnya sudah hampir lepas ditebas," kata Bayu dengan wajahnya lesu menunggu korban yang sedang dilakukan operasi pihak RS H Adam Malik Medan.Tambah Bayu, selain menderita luka di tangan, korban juga menderita luka bacokan di tengkuk (leher) kanan. Luka di tengkuk cukup lebar sehingga darah terus mengucur dari leher korban. "Selain di tengkuk, wajahnya juga dibacoki. Bagian wajah kanan hampir dekat ke mata dibacok. Hidungnya juga hampir putus. Dan wajah bagian kiri juga seperti di sayat. Mulut juga dibacok,".Setelah puas membacoki korban, para pelaku kemudian kabur dengan membawa sepeda motor korban. "Barang-barang yang lain enggak ada yang hilang bang. Cuma kereta aja yang dibawa kabur,". Usai dibantai, korban dibiarkan tergeletak di tengah jalan. Dengan kondisi sekarat, korban yang sekarat berulangkali melambaikan tangannya meminta pertolongan pada warga."Kami tahunya karena dikabari pengendara kereta",jadi, setelah kejadian, ada dump truk lewat di lokasi kejadian. Terus sopir dump truk itu berhenti. Kemudian dia menyalakan lampu sennya. Sehingga ada pengendara motor yang berhenti," ujar Bayu. Dengan nafas tersengal-sengal, korban yang sekarat kemudian memanggil pengendara motor yang berhenti."Pas yang naik kereta itu berhenti, abang kami ini menyebutkan alamatnya. Terus pengendara kereta ini datang ngasih kabar ke rumah," ujar Bayu. Mendengar kakak sepupunya itu dirampok, saya dan keluarganya pun menuju ke lokasi kejadian. Tanpa buang waktu, korban pun dilarikan ke RSUD Adam Malik guna mendapatkan perawatan. "Kondisinya parah kali. Tapi di tubuh enggak ada luka. Bagian wajahnya hancur dibacoki. Dan di bagian tengkuk itu lukanya cukup lebar," ,aku Bayu.Kapolsek Sunggal Kompol Aldi dikonfirmasi melaluli telepon selularnya menyebutkan, kita masih melakukan penyelidikan dengan menurunkan personil kelokasi kejadian. Selain itu, kita sudah melakukan pemeriksaan saksi saksi yang berada di TKP.(Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Kapolres Samosir Jadi Orangtua Asuh Anak Korban Penganiayaan, Wujud Kepedulian Masa Depan Korban

Berita Sumut

Mediasi Kasus Penganiayaan Warga Karang Bangun Berakhir Damai, Tengah Malam

Berita Sumut

Rajamin Siarit: Tangkap Pelaku Penganiayaan Dokter Kecantikan di Medan

Berita Sumut

Diduga Mabuk, Abang Kandung Aniaya Dokter Kecantikan

Berita Sumut

Polres Pelabuhan Belawan dan Tim Jatanras Polda Sumut Amankan Dua Pelaku Penganiayaan yang Viral

Berita Sumut

Polsek Sunggal Tangkap 3 Pelaku Penganiayaan Alvin Ginting