MATATELINGA, Deliserdang:Penanganan kasus kematian Daniel Situmeang alias Bornok (30), warga Tanjung Morawa, memasuki babak baru. Perkembangan terbaru menyebutkan adanya dugaan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak yang diduga berkaitan dengan peristiwa tersebut, termasuk personel yang bertugas di lingkungan PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 1, Kamis (23/7/2026).Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, seorang oknum TNI AD yang disebut bertugas dalam Tim Khusus BKO PTPN I Regional 1 berinisial Pratu Delta dikabarkan telah diamankan oleh Subdenpom I/1-5 Medan untuk menjalani proses pemeriksaan. Selain itu, Kepala Pengamanan (Papam) Direksi PTPN I Regional 1, Kolonel (Purn) Riswanto, juga dikabarkan dimintai keterangan sebagai saksi. Hingga berita ini diturunkan, informasi tersebut masih menunggu konfirmasi resmi dari pihak berwenang.Di sisi lain, Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Sandy belum memberikan keterangan resmi terkait informasi tersebut.Sebelumnya, Polresta Deli Serdang juga telah mengamankan dua orang yang diduga merupakan petugas keamanan (security) di lingkungan PTPN I Regional 1.Hal itu dibenarkan oleh Kasi Humas Polresta Deli Serdang, Iptu J.M. Gabe Napitupulu, SH. "Saat ini pihak kepolisian sudah mengamankan dua orang," ujarnya.Sementara itu, keluarga almarhum Bornok secara resmi mendatangi Polresta Deli Serdang untuk melaporkan dugaan tindak pidana penganiayaan yang diduga menyebabkan korban meninggal dunia.Dalam laporannya, keluarga turut menyebut dugaan keterlibatan seorang oknum TNI AD aktif berinisial Pratu Delta yang disebut bertugas sebagai Timsus BKO PTPN I Regional 1.Menurut pihak keluarga, penyidik kepolisian menyarankan agar dugaan keterlibatan oknum TNI diproses melalui mekanisme pelaporan sesuai ketentuan hukum militer.Tak hanya itu, keluarga juga menyebut empat petugas keamanan berinisial RF, J, R, dan H diduga mengetahui atau terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut. Berdasarkan informasi yang diterima keluarga, dua di antaranya dikabarkan telah diamankan polisi. Namun, informasi itu masih menunggu keterangan resmi dari aparat penegak hukum."Kami berharap seluruh pihak yang diduga terlibat dapat diproses sesuai hukum yang berlaku sehingga keluarga memperoleh keadilan," tegas Feri, perwakilan keluarga korban.Hingga berita ini diterbitkan, PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) Regional 1 belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan keterlibatan personel pengamanan maupun pihak-pihak yang disebut dalam perkara ini.