MATATELINGA - Medan : Perkembangan teknologi telah mengubah pola pikir dan pola hidup masyarakat termasuk generasi muda kita. Kalau dulu, yang namanya bully atau mengejek seseorang dilakukan secara langsung, tapi sekarang bergeser tempatnya dari dunia nyata ke dunia maya. Begitu mudahnya seseorang mengucapkan kata-kata yang menghujat orang lain di dunia maya.
Menurut Ketua DPRD Kota Medan
Wong Chun Sen, dalam sebuah perbincangan, Minggu (2/802026) bahwa perilaku seperti ini sudah menjadi sebuah kebiasaan yang buruk dan tidak ada lagi kontrol dari diri sendiri atau orang terdekatnya.
"Ada dugaan, sikap seperti ini adalah puncak dari kekecewaan masyarakat terhadap banyak hal termasuk tekanan ekonomi yang semakin sulit. Puncaknya, banyak warga yang mencurahkan kekecewaannya lewat media sosial, menghujat pemerintah lewat media sosial dan menuduh seseorang tanpa alasan dan bukti yang kuat," kata Wong Chun Sen.
Baca Juga: Wong Chun Sen : Karena Serap Aspirasi Adalah Bagian Dari Fungsi Legislasi Perilaku seperti ini, kata Wong perlu dievaluasi dan diberi penegasan bahwa berperilaku salah atau melanggar aturan di dunia maya juga ada payung hukumnya, yaitu UU Informasi dan Transaksi Elektronik. Terkadang, masyarakat juga gerah ketika melaporkan perbuatan melanggar hukum di media sosial, kepastian hukumnya tidak jelas. Akibatnya, orang yang melaporkan tadi membuat status baru lagi di media sosial.
"Banyak warga sekarang jadi gayung bersambut dan saling menghujat di media sosial. Terkadang dilakukan secara live, tanpa berlandaskan adab, sopan santun dan etika. Padahal, dulu sebelum mengenal dunia maya kita dianggap sebagai insan yang sangat sopan dan santun," paparnya.
Secara khusus,
Wong Chun Sen mengingatkan warga, khususnya warga kota Medan agar kembali ke Dasar Negara kita yaitu Pancasila. Memahami Pancasila secara utuh akan mengubah perilaku dan sikap kita dalam memandang sesuatu, baik itu perbuatan melanggar hukum atau tidak.
Layanan media sosial itu, kata Wong yang juga ketua Permabudhi Sumut ibarat sebuah toko atau restoran yang menawarkan berbagai jenis hidangan. Tinggal bagaimana kita dalam memilih hidangan yang enak, bermanfaat dan tidak merusak tubuh kita. Sama halnya dengan di media sosial, kita tinggal melihat, membaca dan merenungkan. Kalau informasi yang disajikan tidak valid dan kebenarannya diragukan, segera lewatkan atau lupakan.
Baca Juga: Pasca Ledakan di Grand Poionia Medan, Wong Chun Sen Dukung Polrestabes Medan Ungkap Penyebab Ledakan "Media sosial juga diciptakan bukan untuk saling menghujat, tapi saling mendukung dan menguatkan. Kalau ada yang kurang pas dengan pelayanan atau perilaku seseorang, segera tegur atau sampaikan bahwa perilaku seperti itu tidak baik, bukan dengan menghujat atau memposting kata-kata yang tidak wajar demi untuk menjelekkan orang lain," tandasnya.
Sudah saatnya kita merenungkan apa sebenarnya fungsi dari kemajuan teknologi tersebut. Wong berharap, masyarakat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk hal yang posittif dan bisa mendukung kinerja yang lebih baik. Kalau ada menemukan postingan yang tidak wajar, segera lupakan dan jangan dibagikan.
"Kita harus menjadi pribadi yang bisa mengendalikan diri sendiri dan tidak mencelakai orang lain, kita juga harus bijak dalam memanfaatkan akun media sosial yang kita buat," tegasnya.
Baca Juga: AstraPay Ikut Berperan Edukasi Masyarakat Cerdas dan Bijak dalam Mengelola Keuangan