MATATELINGA,Medan : Somasi pengosongan rumah dinas Direktorat Jendral Perbendaharaan (DPJb) di Medan yang melibatkan 16 Kepala Keluarga yang merupakan pensiunan/janda pensiunan /ahli waris pensiunan oleh Kanwil DPJb Sumut menyimpan kisah pilu di salah satu ahli waris penghuni rumah dinas.
Salah satu ahli waris penghuni rumah dinas, bernama Rosdalina Sinaga menuturkan kepada media yang kebetulan anak dari mantan Kepala Dinas DPJb Sumatera Utara yang pensiun pada tahun 1957, S.H. Sutan Namora yang merupakan salah satu ahli keuangan di masa itu.
Baca Juga: Pondok Pesantren di Medan Rusak Parah Akibat Angin Kencang, Santri Terpaksa Dipindahkan "Saya sudah menempati
rumah dinas itu sejak tahun 1960, sebelumnya kami menempati
rumah dinas di Sei Wampu No. 10 (sekarang jadi kantor salah satu partai politik) yang masih tergolong
rumah mewah, lalu dipindahkan ke
rumah yang tidak layak huni, tanpa listrik dan air sumur. Hingga pada tahun 1980 ada tetangga yang prihatin kepada
keluarga kami, mereka menyumbangkan air dan lampu. Bapak kami (SH.Sutan Namora.red.) saat wafat dimandikan dengan air sumur di
rumah itu",ungkap wanita berusia 79-an itu.