MATATELINGA,Rantauprapat - Wilayah kota Rantauprapat dan sekitarnya, di Kabupaten Labuhanbatu, Provinsi Sumatera Utara, sejak Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 11.00 WIB siang, mulai terpapar kabut asap.
Baca Juga: Antisipasi Kebakaran Hutan, Kapolres Simalungun Ingatkan Warga: Cegah Sejak Dini, Laporkan Segera 110 Kabut asap ini, diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), baik kiriman dari daerah tetangga, seperti Provinsi Riau, maupun sekitar daerah Labuhanbatu.
Dikutip dari pernyataan Prakirawan Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Budi Prasetyo kepada wartawan, Senin (24/8/2026), tercatat jumlah titik panas atau hotspot di Sumatera Utara mencapai 64 titik. Titik panas ini berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Katanya, sebaran hotspot tersebut antara lain di Kabupaten Karo 14 titik, Labuhanbatu Utara 11 titik, Labuhanbatu 7 titik, Padang Lawas Utara 7 titik, Dairi 6 titik, Humbang Hasundutan 6 titik, Tapanuli Tengah 5 titik, Asahan 2 titik, Tapanuli Selatan 2 titik, Tapanuli Utara 2 titik, Langkat 1 titik dan Pakpak Bharat 1 titik.
Baca Juga: Kapolda Sumut Cek Kesiapsiagaan Personel, Kendaraan dan Peralatan Penanganan Karhutla