MATATELINGA, Panyabungan :Komitmen keterbukaan informasi publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Pemkab Madina) kembali menuai sorotan tajam dan memantik kecaman keras dari sejumlah aktivis.
Hasil ekspose pemeriksaan khusus (riksus) yang pernah dijanjikan Pemkab Madina sebelumnya dalam kasus aktivitas illegal PETI (Pertambangan Emas Tanpa Izin) yang menyeret Kepala Desa Singengu Julu GD terlihat mandek serta menunjukkan drama birokrasi yang memprihatinkan. Hingga kini, kejelasan informasi masih gelap gulita dan nihil.
Alih-alih memberikan transparansi, Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) serta Inspektorat Kabupaten Madina justru mempertontonkan aksi saling "lempar bola" tanggung jawab.
Baca Juga: Bupati Asahan Lepas Kontingen Sepak Bola Piala Soeratin U-13 dan U-15 Publik kini makin meragukan keseriusan Bupati Madina beserta jajarannya dalam menegakkan asas transparansi, menyusul bungkamnya otoritas terkait.