MATATELINGA,Rantauprapat : Fenomena alam terpantau sekitar pukul 19.30 - 20.30 WIB, Senin (14/9/2026) malam, di langit sekitar Kota Rantauprapat, Labuhanbatu, Sumatera Utara, bintang dan bulan seperti berdekatan.
Baca Juga: Di Bawah Langit Poso: Kejaksaan Membaur dan Mendekatkan Diri Dengan Masyarakat yang Akur dan Harmoni Terkait hal ini, Ilham Haris, dari Balai Besar Meteorologi Klimatologi Geofisika (BBMKG) Wilayah I Sumatera Utara, kepada mediaonline https://matatelinga.com, menyampaikan penjelasan nya.
"Fenomena alam seperti ini, merupakan hal biasa. Tidak ada kaitan, seolah-olah fenomena ini, memberikan petunjuk akan ada kejadian / peristiwa, seperti bencana alam dan lain sebagainya, yang sejenis", ucapnya.
Baca Juga: Puspsi TNI Berikan Trauma Healing bagi Anak Penyintas Gempa Bumi NTT Ilham menyampaikan, fenomena alam seperti ini, menurut bahasa ilmiahnya disebut sebagai konjungsi dan okultasi.
Katanya, peristiwa ini dinamakan konjungsi, yaitu saat bulan (fase sabit muda), dan planet berada pada posisi yang sangat berdekatan di langit.
Baca Juga: Kunjungi Huntara Tapsel, Wapres Gibran dan Gubernur Bobby Pastikan Huntap Segera Dibangun Dijelaskannya, pada Senin malam, bulan dalam kondisi "bulan sabit". Bintang yang terlihat dengan bulan itu, merupakan sebuah planet, bernama venus. Juga sering dijuluki sebagai bintang kejora atau bintang timur / barat.
Menurut dia, secara ilmu astronomis, konjungsi merupakan peristiwa ketika dua atau lebih benda langit, tampak berada pada posisi yang berdekatan jika dilihat dari bumi.
Baca Juga: Breaking News!!! Sumut Dilanda Gempa Karena segaris atau hampir segaris, dalam sudut pandang pengamatan saat kita melihat dari bumi.
Fenomena alam ini, dapat disaksikan dilangit sebelah barat, setelah matahari terbenam.