MATATELINGA, Asahan:Malamachir pekan di Minggu kedua Balan Oktober 2026 , masih banyak pengunjung yangmeramaikan THM di kisaran Asahan, meskipun seminggu lalu terjadi salah seorangLady companion ditemukan tewas di kamar mandi ruang arena dugem "Salon Kecantikan Neeta" di komplek Ruko Graha Kisaran.Dan hingga saat inihasil otopsi jenazah Lady companion berinisial "WH" (30) wargaSiumbut umur Kecamatan Kisaran Timur belum usai dalam penyelidikan , Sabtu(17/10/2026).
Tanto(52) yang kerap mangkal di kedai kopi depan THM tanpa nama di areal komplekGraha Kisaran mengatakan , kalau pingin liat ramainya pengunjung tempat dugemdisini ya ditunggu tengah makam nanti bang, kalau jam segini ya masih sepi.
Tantojuga mengatakan itupun kalau nanti ada razia biasanya arena THM semuanya padakompak menutup tempat tersebut, dan bila sudah lewat dan pergi petugas yangmerazia, THM itu kembali buka, sudah seperti dikondisikan dan lagi saya yakinkaki tangan dari pengurus atau pengawas dari THM sudah mengetahuinya terlebihdahulu, ujarnya.
Tantojuga dengan gamblang mengatakan seperti kejadian seminggu lalu tepatnya di hariSenin 12 Oktober 2026 sekira pukul 04.00 wib seorang wanita yang berprofesisebagai Lady companion di Salon Kecantikan "Neeta" yang beralihfungsi menjadi tempat dugem milik pengusaha berinisial "Nit" wargaAsahan dan yang dibekingi oleh aparat penegak hukum, terdapat kejadian tewasnya"WH" ditengarai akibat Over Dosis dari penggunaan obat terlarang.
Danmenurut kabar sebelum "WH" ini tewas di kamar mandi ruang private diSalon Kecantikan Neeta tersebut, dia bersama kawannya juga berasa di salah satuTHM yang berada di Jalinsum kisaran, dan pada saat THM tersebut hendak tutup,beberapa orang itu pindah ke Salon Neeta dan dari situlah di sekitar pertokoanGraha menjadi geger dan "WH" langsung dievakuasi ke RS bunda Muliayang tidak jauh dari THM tersebut, namun malang nyawa "WH" tidaktertolong dan dinyatakan tewas .
Kalaumalam Minggu ini THM yang ada di kisaran masih pada buka, jelas ini pihakpenegak Perda kabupaten Asahan serta pihak APH tidak menjalankan tugasnyadengan baik, ya seharusnya THM ini ditutup dahulu untuk menghindari adanyakejadian seperti ini lagi, terlebih lagi di lokasi ini peredaran obat terlarangseperti pil ekstasi sangat banyak dan mudah diperoleh bila dipesan oleh kakitangan pengedarnya, ungkap Tanto mengakhiri ceritanya.