MATATELINGA - Medan : Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) mendorong para ibu berperan aktif mewujudkan kesetaraan gender dalam pendidikan anak. Upaya ini dilakukan melalui seminar yang menekankan pentingnya memberikan hak, kesempatan, dan dukungan yang setara bagi anak perempuan dan laki-laki.
Seminar bertema "Peran Ibu dalam
Kesetaraan Gender terhadap Pendidikan Anak" tersebut digelar di Kantor DWP Sumut, Medan, Selasa (20/10/2026). Kegiatan dibuka Ketua DWP Sumut Boya Yanti Gultom Timur dengan menghadirkan Madame Puly sebagai narasumber dan diikuti pengurus serta anggota DWP se-Sumut.
Boya mengatakan, seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman tentang peran ibu dalam memberikan kesempatan yang sama kepada anak perempuan dan laki-laki untuk belajar, berkembang, serta meraih cita-cita.
Baca Juga: Peringati Haornas ke-42, Wagub Sumut Ajak Budayakan Olahraga Sejak Dini "Ibu merupakan pendidik pertama bagi anak, dan pondasi karakter, mental, serta cara pandang masa depan anak dibentuk di tangan ibu. Ibu bertanggung jawab memastikan anak laki-laki dan perempuan memperoleh hak, kasih sayang, kesempatan, dan dukungan yang setara dalam pendidikan, tanpa dibatasi stigma sosial," kata Boya.
Ia juga mengajak seluruh anggota DWP Sumut menjadi pelopor kesetaraan gender di lingkungan keluarga masing-masing. Para ibu diharapkan mampu mendidik anak agar menghormati sesama dan tumbuh tanpa diskriminasi.
Boya turut menyampaikan terima kasih kepada panitia dan narasumber atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia kemudian menutup sambutannya dengan pantun sebelum membuka seminar secara resmi.
Sementara itu, Madame Puly menyampaikan bahwa rumah merupakan tempat pertama bagi anak untuk belajar mengenai nilai-nilai kehidupan dan kesetaraan. Untuk mewujudkan kesetaraan gender, orang tua perlu memiliki tujuan yang sama dalam mendidik anak serta memperlakukan anak laki-laki dan perempuan secara adil.
Baca Juga: Cegah Dini Kejahatan dan Membangun Masa Depan, Kajari Cianjur Gelar Penyuluhan Hukum Ia memaparkan tiga peran penting ibu dalam menanamkan kesetaraan gender. Pertama, membentuk keyakinan anak. Kedua, membangun karakter dengan mengajarkan empati, keberanian, rasa hormat, dan tanggung jawab.
"Peran ketiga yaitu membuka kesempatan, anak laki laki dan perempuan sama-sama didukung untuk belajar dan bercita-cita," kata Puly.
Selain itu, Madame Puly menjelaskan bahwa ibu juga berperan sebagai teladan (role model) dalam keluarga. Keteladanan tersebut dapat ditunjukkan melalui pengambilan keputusan bersama, yakni ayah dan ibu saling menghargai pendapat.
Orang tua juga perlu berbagi peran dalam pekerjaan rumah tangga dan pengasuhan anak sebagai tanggung jawab bersama. Di samping itu, ibu perlu menunjukkan sikap menghargai diri sendiri dengan menegaskan bahwa perempuan memiliki hak untuk belajar, berkarya, dan berkembang.
Baca Juga: Literasi Keuangan Ajari Anak Bertanggungjawab Dalam Mengelola Keuangan Sejak Usia Dini Melalui seminar ini, DWP Sumut berharap para ibu semakin memahami pentingnya menanamkan nilai kesetaraan sejak dini sehingga anak perempuan dan laki-laki dapat tumbuh dengan kepercayaan diri, saling menghormati, serta memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.