MATATELINGA - Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Himpunan Masyarakat Pakpak (Himpak), yang digelar tanggal 24-25 Oktober 2026 di Sidikalang, Kabupaten Dairi, menjadi salah satu kegiatan besar yang melibatkan peserta dari berbagai daerah dan berkumpul di satu tempat, menjadi sarana untuk berkomunikasi, bersilaturahmi dan membangkitkan semangat seluruh peserta melestarikan adat dan budaya Pakpak.
Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Himpunan Masyarakat Pakpak (
DPP Himpak), Dr. Drs. H. Citra Effendi Capah, MSP menyampaikan bahwa rangkaian peringatan hari ulang tahun ke-28
Himpak sudah dimulai beberapa minggu sebelumnya, antara lain melakukan ziarah ke makam pendiri
Himpak. Acara puncaknya adalah Focus Group Discussion (FGD) terkait
Sulang Silima dan pawai budaya yang diikuti masyarakat Pakpak dari Kab Dairi, Kab. Pakpak Bharat, Kab. Aceh Singkil, Kota Subusalam dan beberapa Kecamatan di Kab. Tapanuli Tengah (Barus, Manduamas dan Andam Dewi), Humbahas (Pakkat, Parlilitan, dan Tara Bintang).
FGD yang digelar di Sidikalang, Dairi, mengangkat topik tentang Sulang Silima sebagai nilai-nilai luhur adat dan budaya suku Pakpak dari Lima Suak (Sub Suku) agar di lestarikan dan di lembagakan secara adminitrasi.
Baca Juga: FGD Sulang Silima dan Carnaval Budaya Pakpak Ramaikan HUT ke-28 Himpak "Untuk mewujudkannya, dibentuklah Tim 11 yang terdiri dari 2 orang perwakilan tiap Suak di tambah 1 orang dari Sekretariat Tim 11 yang bertugas mengkoordinasikan semua marga-marga.
Sulang Silima nantinya menjadi salah satu lembaga resmi yang beranggotakan masing-masing marga dan lebuh-lebuh. Tim 11 ini di berikan waktu bertugas selama 3 bulan untuk membuat sebuah kesimpulan," katanya.
Dengan terbentuknya Lembaga Sulang Silima, lanjut Citra E Capah akan membangkitkan kembali fungsi adat dan budaya Pakpak serta kearifan lokal yang sudah ada selama ini. Contohnya, untuk masalah pertanahan, Lembaga Sulang Silima ini akan menjadi salah satu penentu keabsahan pemindahan kepemilikan tanah di wilayah kerja Sulang Silima (Sidikalang dan Pakpak Bharat).
Lebih lanjut Citra E Capah menyampaikan,
Sulang Silima juga menjadi panutan bagi masyarakat Pakpak dalam bersikap. Masyarakat Pakpak dalam kehidupan sehari-harinya harus berani tampil, bekerja keras, menunjukkan prestasi dan membuktikan kualitas dirinya di tengah persaingan di luar tanah kelahiran.
Namun sebaliknya ketika berada di Tanoh Silima Suak, masyarakat Pakpak hendaknya tetap rendah hati, tidak menyombongkan diri, dan yang terpenting lagi adalah tidak merasa harus selalu tampil paling hebat di hadapan sesama.
Baca Juga: Sambut Hari Jadi ke-28, Himpak akan Gelar Seminar /FGD Sulang Silima dan Carnaval Budaya Pakpak "Menjadi singa di negeri orang berarti berani berkompetisi, pantang menyerah menghadapi tantangan, mampu meraih keberhasilan dan ada prestasi yang membanggakan. Di perantauan, masyarakat Pakpak harus mampu menunjukkan kapasitas terbaik dalam berbagai bidang, baik pemerintahan, politik, pendidikan, bisnis, pertanian maupun profesi lainnya. Putra-putri Pakpak harus berani mengambil peluang, mengembangkan kompetensi, membangun jaringan dan menduduki posisi-posisi strategis melalui kemampuan dan kerja keras," jelasnya.
Akan tetapi, lanjut Citra E Capah ketika berada di salah satu pesta adat atau kerja budaya Pakpak, masyarakat Pakpak memiliki tata aturan yang harus dipedomani berdasarkan Sulang Silima dan kedudukan masyarakat Pakpak dalam adat istiadat. Dalam kegiatan ini, masyarakat Pakpak harus menanggalkan kedudukannya di pemerintahan, perusahaan atau di bidang usaha lainnya.
"Ada kalanya seorang direktur atau kepala dinas, dalam kerja adat posisinya sebagai 'boru atau beru' yang tugasnya melayani para tamu," katanya.
Baca Juga: Sambut Haul ke-28, Ketua DPP Himpak Citra E Capah Pimpin Langsung Ziarah ke Makam Pendiri Himpak Dalam kesempatan itu, Citra E Capah yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Medan menyampaukan bahwa ada sejumlah sosok, putra putri terbaik Pakpak patut menjadi contoh, seperti Dr. MP Tumanggor, Bachtiar Revalana Ujung, SE, MM, Brigjen Pol. Dr. Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, M.Si, Dr. Abdul Roni Angkat, STP, M.Si, H. Timur Tumanggor, S.Sos., MAP, Ir. Rezza Munawir Manik, ST, MT, MMG, Kolonel TNI Dr. H. Sadikin Bintang, MM dan sosok 'Kalak Pakpak' yang sukses di perantauan.
"Jangan sampai masyarakat Pakpak merasa kecil ketika berada di tengah masyarakat lain. Identitas Pakpak harus menjadi sumber kebanggaan dan motivasi untuk terus maju," tandasnya.
Baca Juga: Rico Waas Tegaskan Kebersamaan dalam Keberagaman pada Halalbihalal HIMPAK Kota Medan Di Tanoh Pakpak Silima Suak, kata Citra Capah, sikap rendah hati, saling menghormati dan menjaga persaudaraan justru menjadi kekuatan penting dalam kehidupan masyarakat Pakpak. Berjaya di perantauan, tidak berarti harus menjadi penguasa di kampung sendiri dan berprestasi di luar daerah, tidak berarti boleh merendahkan sesama di tanah kelahiran.
Citra Capah menyampaikan, menjadi singa di hadapan saudara sendiri, tidak perlu dan harus dihindari. Dalam kehidupan masyarakat Pakpak, persaingan boleh jadi diperlukan sebatas untuk mencapai kemajuan. Persaingan tak menjadi pemicu timbulnya perselisihan, kecemburuan dan perpecahan.
Masyarakat Pakpak tidak perlu menghabiskan energi untuk saling menyalahkan di antara sesama. Tetapi penting, seharusnya keberhasilan seorang warga Pakpak menjadi kebanggaan bersama, bukan ancaman bagi warga Pakpak yang lain.
Ketika seseorang yang berasal dari suku Pakpak berhasil menjadi pejabat, pengusaha, akademisi, profesional atau tokoh nasional, maka keberhasilan itu hendaknya menjadi motivasi dan semangat masyarakat Pakpak secara lebih luas.
Baca Juga: Walikota Medan Rico Waas Hadiri Halal Bi Halal Masyarakat Pakpak Kota Medan Himpak sebagai salah satu organisasi masyarakat Pakpak, kata Citra Capah, mendorong masyarakat Pakpak untuk berprestasi. Momentum HUT
Himpak ke-28 menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat masyarakat Pakpak agar terus berkembang dan mengambil peran di berbagai bidang kehidupan. Momentum ini juga menjadi salah satu wadah untuk membangun jejaring dan meneguhkan kebersamaan.
"Perlu juga ditegaskan, bahwa Himpak sebagai organisasi kemasyarakatan memiliki ruang strategis untuk membangun solidaritas, mempertemukan potensi warga Pakpak serta mendorong generasi muda agar berani bercita-cita tinggi," tegasnya.
Menurut Citra Capah,
Himpak juga mendorong masyarakat Pakpak melahirkan lebih banyak generasi yang unggul dalam pendidikan, sukses dalam dunia usaha, berprestasi dalam pemerintahan serta mampu bersaing di tingkat nasional dan internasional.
"Pada saat yang sama, keberhasilan tersebut perlu berjalan seiring dengan pelestarian bahasa, adat istiadat dan nilai-nilai budaya Pakpak. Di sisi lain, identitas budaya bukan penghalang untuk maju. Sebaliknya, identitas menjadi sumber karakter dan kebanggaan ketika masyarakat Pakpak berinteraksi dengan dunia yang lebih luas," tandasnya.
Baca Juga: Ribuan Masyarakat Pakpak Ramaikan Pesta Perayaan Hari Pelleng Nasional, Roni Angkat : Salah Jika Disebut Pakpak Terbelakang Ketua Umum
DPP Himpak ini juga mengajak generasi muda Pakpak yang sedang menempuh pendidikan, membangun karier atau merintis usaha di luar daerah untuk menerapkan filosofi tersebut dan tetap menjunjung tinggi adat istiadat suku Pakpak.Generasi pakpak harus berani keluar dari zona nyaman, berkompetisi secara sehat dan membuktikan kemampuan melalui karya nyata.
"Jangan takut merantau. Jangan takut bersaing. Jangan merasa rendah diri karena berasal dari daerah yang kecil secara geografis atau jumlah penduduk. Bangun potensi diri, integritas, keberanian dan kemauan untuk terus belajar," kata Capah.
Ketika berhasil, lanjutnya tetap rendah hati. Ketika kembali ke kampung halaman, tetap menghormati sesama. Sebab, keberhasilan yang sejati tidak hanya diukur dari tingginya kedudukan seseorang, tetapi juga dari sikap dan manfaat yang diberikan kepada orang lain.
Momentum HUT ke-28 Himpak yang dihadiri sejumlah tokoh Pakpak dan unsur pemerintahan menjadi salah satu bukti bahwa HUT Himpak menjadi momen mempererat persaudaraan dan memperkuat semangat kemajuan masyarakat Pakpak.
Baca Juga: Alumni SMA N 2 Medan, Dr. Citra Effendi Capah Dilantik Jadi Asisten Ekbang Setda Kota Medan Menjadi singa di negeri orang, dimaknai sebagai pesan berani bersaing, unggul dalam prestasi, dan berjaya dalam kehidupan. Lalu, ketika berada di negeri sendiri, tetaplah rendah hati, hormati sesama dan jangan merasa paling hebat di antara saudara sendiri.
"Kebanggaan masyarakat Pakpak tak hanya terletak pada keberanian menghadapi dunia luar, tetapi juga pada kemampuan dalam menjaga persaudaraan di tanah kelahiran," pungkasnya.
Baca Juga: Eratkan Tali Silaturahim, Ketum DPP Himpak Bagikan Paket Lebaran Kepada Pengurus dan Anggota