MATATELINGA, Medan:Persiapan pelaksanaan MburoAte Tedeh telah rampung. Kegiatan yang menjadi ajang temu kangen dan melepaskerinduan masyarakat Karo ini akan digelar di Gedung TP PKK Kota Medan, Sabtu(7/11/2026), mulai pukul 15.00 WIB. Acara ini juga dirangkaikan dengan prosesipenabalan merga (marga) kepada Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas danistrinya Airin Rico Waas.
Ketua Panitia MuhammadEdison Ginting didampingi Sekretaris Harry Indrawan Tarigan mengatakan, seluruhpersiapan telah dilakukan untuk menyukseskan kegiatan tersebut. Selain dihadirimasyarakat, acara ini direncanakan turut dihadiri sejumlah kepala daerah darikalangan masyarakat Karo, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD Sumatra Utara dananggota DPRD Kota Medan, tokoh adat, serta cendekiawan Karo.
Baca Juga: Transformasi Layanan Kesehatan Medan Dipuji BPJS Kesehatan, Wali Kota Medan Beri Peringatan Keras ke Rumah Sakit "Mburo Ate Tedeh bukansekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraandan kebersamaan masyarakat Karo. Kami ingin melalui kegiatan ini, ikatankekeluargaan dan kecintaan terhadap adat serta budaya Karo semakin kuat,"ujar Ginting.
Dalam prosesi adat tersebut,Rico Waas akan ditabalkan sebagai merga Ginting Suka dengan bebere Tarigan.Sementara Airin Rico Waas akan ditabalkan sebagai beru Sembiring Pelawi bebereKaro Sekali Suka Piring.
Baca Juga: Kreativitas Desainer Lokal Memukau di MFCF 2026, Ketua Dekranasda Kota Medan Beri Apresiasi Tinggi Ginting menjelaskan,penabalan ini memiliki kaitan sejarah dengan kedekatan kakek Wali Kota Medan,Letnan Jacob Waas, yang merupakan teman seperjuangan sekaligus ajudan PahlawanNasional Letjen Jamin Gintings saat melawan Belanda di Tanah Karo dan SumateraUtara pada masa revolusi sekitar 1947.
"Hubungan sejarahantara Letnan Jacob Waas dan Letjen Jamin Gintings menjadi salah satu latarbelakang penabalan merga ini. Kami ingin mengenang sekaligus menghormati ikatanpersaudaraan dan perjuangan yang telah terjalin sejak masa itu," jelasnya.
Baca Juga: Peringatan Hari Ulos Nasional Meriahkan Puncak MFCF 2026, Rico Waas Harap Tenun Lokal Mendunia Kegiatan Mburo Ate Tedehjuga akan diisi berbagai rangkaian adat dan budaya Karo. Mulai dari penampilanalat musik tradisional, prosesi adat, tradisi adu pengantin yang melibatkantarian dan nyanyian, hingga manuk sangkep atau makan nasi bersama.
"Kami berharap kegiatan ini menjadi ruangkebersamaan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Karo kepada masyarakatluas, terutama generasi muda. Untuk itu, kami dari panitia berharap kepadasemua masyarakat Karo se Kota Medan untuk hadir dalam rangka meningkatkantalisilaturahmi sesama orang Karo," pungkas Ginting.
rel
Baca Juga: Walikota Medan Hadiri PKU AKBAR PNM Medan, UMKM Memiliki Peran Penting Menggerakkan Perekonomian Masyarakat