MEDAN - Matatelinga, DPRD Medan mengaku prihatin melihat kondisi Medan sebagai kota berlobang. Tentu saja hal tersebut merupakan citra buruk kepada masyarakat luar. Parahnya lagi, para pengguna jalan kerap mengeluhkan jalan rusak dan sering mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Pengakuan ini dicetuskan anggota Komisi D DPRD Medan Abdul Rani,SH kepada wartawan di gedung dewan, Rabu (14/1/2015). Menanggapi kondisi badan jalan di kota Medan yang tidak nyaman dilalui karena berlobang akibat aspal terkelupas serta akibat galian yang dibiarkan begitu saja. Menurut Abd Rani yang juga Ketua Fraksi PPP DPRD Medan ini, menyayangkan kondisi demikian yang berlangsung dari tahun ke tahun. Kendati baru diaspal namun pada tahun berikutnya sudah rusak kembali. Sehingga, anggaran APBD Pemko Medan tersedot ke itu itu saja setiap tahunnya. Dikatakan Abdul Rani, banyak faktor hal demikian kerap terjadi, yakni kualitas proyek yang sangat buruk, kendaraan yang melebihi tonase bebas melintas di badan jalan mana saja dan penggalian pihak ketiga yang tidak memperbaiki dengan semula. Yang paling parah, kata Rani, setiap kontraktor selalu “mempermainkan” kualitas proyek yakni memanipulasi bestek, akhirnya, seluruh proyek dikerjakan asal jadi.Untuk itu kata Rani, ke depan, Pemko Medan melalui Dinas Bina Marga harus selektif memilih kontraktor yang kerap selalu mengedepankan keuntungan pribadi dan selalu mengesampingkan mutu proyek. Begitu juga dengan para pemborong yang terbukti pernah melakukan pelanggaran supaya ditindak dan di blacklist. Seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemko Medan harus berani memberikan sanksi tegas kepada kontraktor nakal serta melakukan pengawasan sejak dini. “Jika hal tersebut dilakukan pembiaran dikuatirkan infrastruktur kota Medan akan semakin buruk dan “mafia proyek” tetap subur,” ujar Rani. Ditambahkan, adapun jalan rusak dan berlobang saat ini seperti, Jl Pertahanan di Sp Amplas, Jl Marindal Kelurahan Dwikora, Jl Panglima Denai Kelurahan Amplas, Jl Bahagia By Pass, Jl Saudara, Jl Pintu Air Kelurahan Sudirejo I Kec Medan Kota. Jl SM Raja mulai Sp Mesjid Raya s/d garuda Plaza. Jl Pandu, Jl Pemuda depan kantor Sib, Jl Pemuda-Jl Pandu/Sp Waspada, Jl Pasar I Tj Rejo. Selain itu, Jl M Basri, Jl Platina V Raya, Medan Deli Jl Platina Menuju KIM komplek Bank eks Bumi Daya. Jl Kelambir V, Jl Gaperta Ujung. Jl Puri Kota Maksum. Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Bina Marga Kota Medan Ir Khairul Syahnan kepada wartawan. Rabu (14/1) mengaku masih banyak badan jalan di kota Medan yang kurang mulus. Seperti rusak karena terkelupas dan akibat galian pihak ketiga. Namun, Khairul mengaku pihaknya tetap berupaya memaksimalkan perbaikan seperti “paching” dan pengaspalan hotmix. Namun karena keterbatasan biaya malakukan perbaikan skala prioritas. Sedangkan kelas jalan di Medan ada 3 kategori yakni Jalan Balai Nasional, Jalan Propinsi dan Jalan kota. Menurut Khairulsyah, pihaknya memprioritaskan perbaikan Jalan kota. Sedangkan untuk perbaikan Jl Balai Nasional dan Propinsi akan terlebih dahulu dilakukan koordinasi dan tentu butuh waktu. Dikatakan, untuk biaya perawatan jalan tetap dialokasikan di APBD dan pengerjaannya dilakukan mulai Januari hingga akhir tahun. (Mt)