MEDAN - Matalinga, Empat kawanan perampok membobol kantor Telkomsel Distribution Center dan membawa kabur brangkas berisikan uang Rp 500 juta, empat unit Handpone merk Samsung dan Nokia dikawasan Jl Ringroad, Pasar II, Lingkungan IX, Tanjung Sari, Medan Selayang C. Akibat insiden pembongkaran Kantor Telkomsel Distribution Center tersebut mengundang perhatian Polsek Sunggal dan Sat reskrim Polresta Medan, dengan melakukan pemeriksaan lokasi kejadian dan termasuk para karyawan yang bekerja.Pengakuan security kantor bernama Suhendra pada Waspada dilapangan, aksi pencurian ini baru diketahui sekira pukul 06.30 WIB. Kala itu, cleaning service (CS) bernama Ari hendak masuk dan melaksanakan aktivitas pekerjaannya."Sewaktu hendak masuk kedalam kantor, CS seperti biasanya dilihatnya pintu sudah terbuka," kata Suhendra, Senin (26/1/2015) pagi. Petugas CS bernama Ari kemudian masuk. Setibanya di ruang loby kantor, Ari melihat kondisi kantor sudah dalam keadaan acak-acakan. "Disitulah taunya kalau kantor sudah dibobol maling ," katanya. Suhendra menyebut, para pelaku masuk dari pintu depan kantor yang terbuat dari besi itu sudah dalam keadaan rusak berat."Kebetulan pintu depan ini hanya digembok aja. Jadi pelakunya mencongkel gembok, lalu masuk," ujarnya. Sementara itu, saksi mata bernama Ari ketika diwawancarai mengaku langsung memberitahukan persoalan ini pada security yang berada di samping kantornya."Saya datang sekitar jam setengah tujuh (06.30 WIB). Pas mau masuk, saya lihat pintu sudah terbuka. Awalnya saya kira sudah ada orang di kantor," terang Ari. Penasaran, lelaki bertubuh kurus ini kemudian masuk dan mengecek seisi kantor. Saat masuk ke ruang penyimpanan brankas, dirinya pun kaget mengetahui brankas sudah tidak ada lagi di tempatnya."Waktu saya tau kantor dimaling, saya langsung manggil security Bank Sumut di sebelah akunya. Terus saya minta tolong sama security tersebut," terang Ari. Tanpa pikir panjang, Ari pun menelfon atasannya dan langsung menghubungi petugas dari Polsekta Sunggal. Setelah mendapat laporan adanya aksi pencurian, petugas gabungan dari Polsekta Sunggal dan unit Polresta Medan tiba di lokasi kejadian.Para petugas terlihat sibuk memanggil sejumlah pegawai untuk menjalani pemeriksaan. Kapolsekta Sunggal, Kompol Aldi Subartono yang kebetulan turun langsung di lokasi tampak hilir mudik memintai keterangan pria bertubuh besar yang disebut sebagai perwakilan manajemen kantor Telkomsel. Saat akan diwawancarai, Aldi menyebutkan, langsung ma Kasat ya, langsung naik ke lantai dua kantor memeriksa seluruh isi ruangan.Pantauan dilapangan, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram yang datang bersama sejumlah anggotanya langsung melakukan pemeriksaan sejumlah rekaman CCTV yang berada di samping kanan dan kiri kantor. Wahyu tampak berjalan dengan memanggil anggotanya dan meminta anggotanya mengumpulkan semua rekaman CCTV yang ada di rumah warga.Informasi terhadap salah seorang sumber menyebutkan, ditaksir uang yang ada di dalam brankas berkisar Rp500 juta. Namun, pihak manajemen sendiri belum mau memberikan keterangan sekaitan dengan kasus ini."Pelakunya ada sekitar empat orang. Mereka masuk sekira pukul 04.50 WIB," katanya. Dalam kasus ini, keempat pelaku yang diantaranya diduga merupakan ada orang dalam mempunyai peran masing-masing. "Informasi yang kami terima, satu orang menaiki motor. Yang naik motor ini bertugas memantau situasi," terangnya. Setelah situasi dinyatakan aman, tiga pelaku lainnya yang mengendarai mobil jenis Inova warna hitam BK 47 JN kemudian memundurkan mobilnya persis di depan pintu masuk kantor."Satu orang pakai topi mencongkel pintu. Lalu, dua orang yang ngangkat brankasnya dengan menggunakan Helm. Setelah berhasil, mereka kabur," katanya. Selain mengambil brankas, para pelaku juga membawa kabur 4 unit HP dan satu unit laptop. Kapolsekta Sunggal, Kompol Aldi Subartono ketika ditanya memberikan keterangan singkat terkait kasus ini. "Sejauh ini, ada sekitar 5 saksi yang kita periksa. Beberapa diantaranya merupakan pegawai dan mantan pegawai," terang Aldi. Saat disinggung keterlibatan dugaan orang dalam, Aldi menyebutkan, "Indikasinya memang ada. Brankas diangkut dengan mobil. Untuk selengkapnya, tanya ke Kasat (Reskrim) saja. Karena kasusnya diambil alih Polresta," terang Aldi. Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Istanto Bram ketika dikonfirmasi tak banyak memberikan komentar. Ia berulangkali menyebut bahwa kasus ini masih dalam tahap penyelidikan. "Kita masih olah TKP. Kerugiannya saya belum tahu. (Mt)