MEDAN - Matatelinga, Pasca perampokan dan penyekapan sepasang suami istri pemilik Toko Indo Digital yang dilakukan kawanan pelaku dengan menggunakan senjata tajam di Jalan Sekip, Komplek Sekip Mas, No A11 Kec. Petisah, ternyata 7 orang. Hal tersebut dikatakan Kapolsek Medan Baru Kompol Ronny Nicolas Sidabutar pada waspada Rabu (28/1/2015) siang.Tambah Ronny, hasil penylidikan dan pemeriksaan yang dilakukan personilnya terhadap kelima tersangka yang ditangkap diantaranya BN ,37, warga Medan dan AK ,38, asal Aceh , B, SN, 34, Warga SM Raja Medan dan RBK ,20, Warga Patumbak (ditembak) otak pelaku perampokan semua ini dalangnya FR dan RI (buron red), disenyalir permasalahan asuransi.Pelaku FR tidak senang dengan perlakuan Ayung selalu pemilik Indo Digital, hingga memanggil temannya RI (resedivis). kata Ronny lagi. Setelah mereka berkumpul berdua merencana kan perampokan di kediamannya Ayung, hinggga RI menemui B untuk mencari rekan rekan yang lainTersangka B menyanggupi permintaan RI dengan mencari AK, SN, BN dan berkumpul salah satu lokasi, unutk melakukan perampokan dan penyekapan tersebut.Tersangka, RI sudah terkenak dengan sadis dan tidak segan segan melukai korbannya bila melakukan perlawanan dan kini kita sedang melakukan pengejaran terhadap kedua pelaku FR dan RI tersebut, katanya.Aksi yang dilakukan oleh kawanan pelaku menggunakan senjata tajam di Jalan Sekip, Komplek Sekip Mas, No A11 Kec. Petisah Selasa (27/1) Sekira pukul 10.00. Dua dari tujuh pelaku berhasil diamankan oleh Sat Brimob saat itu dan menjadi bulan bulan warga, hingga babak belur.Masing masing kedua pelaku diketahui bernama BN ,37, warga Medan dan AK ,38, asal Aceh dan sepeda motor merk Vario BK 4340 ADE langsung diboyong ke Mapolsek Medan Baru menjalani pemeriksaan. kemudian Polisi melakukan pengembangan hingga ditangkap B, SN dan RBK. Namun, saat dilakukan penangkapan SN dan RBK memebrikan perlawanan saat diborgol dan mencoba melarikan diri, dengan terpaksa melumpuhkan kedua pelaku dengan timah panas.Selanjutnya kedua pelaku dilarikan kerumah sakit Brimob Poldasi Jln Kh wahid Hasyim, guna mendapat perawatan luka tembak dibagian betis kanan pelaku tersebut.Kepala Lingkungan (Kepling) III Sei Putih Timur I, Binsar Simanjuntak mengatakan, " Para pelakunya ada enam orang. Mereka langsung masuk ke dalam toko dan berpura-pura menjadi konsumen. Dua pelaku hendak membeli buku dan dua lagi mencetak foto. Sementara dua lagi tugasnya memantau,". Dimana saya sedang duduk di warung kopi tak jauh dari rumah korban.Informasi dilapangan, aksi yang dilakukan kawanan perampok sangat rapi dengan berpura pura mencetak fhoto. ketika Korban Ayung sedang sibuk mencetak foto, tiba-tiba salah satu di antaranya langsung menodongkan pisau ke leher korban. Sementara tiga orang lagi berusaha mengikat tangan dan melakban mulut korban.Usai melumpuhkan pemilik Toko , para pelaku meminta paksa agar korban menyerahkan harta bendanya. Merasa belum puas, pelaku lalu meminta menunjukan barang berharga yang disimpan korban.Di bawah ancaman pisau, korban pun tak berkutik. Korban kemudian menuju ke kamarnya di lantai dua dan selanjutnya disekap. Sedangkan para pelaku langsung menggasak perhiasan emas dan barang berharga lainnya.Disaat pelaku beraksi, istri korban yang sedang berada di lantai 3 turun lantaran mendengar suara gaduh. Ketika sampai di lantai 2, istri korban bernama Susanwati ,41, terkejut melihat para pelaku. Susanawati pun langsung berlari menuju lantai 3 sembari berteriak. Ia kemudian berinisiatif memecahkan kaca jendelanya dengan tangan kanan supaya mencari perhatian warga sekitar lokasi kejadian.Benar saja, usaha Susana berhasil walaupun pergelangan tangannya mengeluarkan darah. Tetangga dan warga Komplek Sekip Mas mulai berdatangan. (Mt)