MEDAN - Matatelinga, KPU RI menekankan pentingnya pemetaan partisipasi pemilih dalam Pilkada oleh KPU kabupaten/kota yang menggelar Pilkada pada 2015. Pemetaan pemilih ini dalam upaya meningkatkan partisipasi pemilih dalam Pilkada.Anggota KPU Sumut Yulhasni mengatakan, penekanan akan pentingnya pemetaan partisipasi pemilih ini disampaikan oleh Ketua KPU RI Husni Kamil Manik saat membuka Workshop Penyusunan Grand Design Sosialisasi dan Peningkatan Partisipasi Masyarakat di Aula KPU RI di Jakarta Kamis (29/1/2015)."Pertama, pemetaan partisipasi pemilih yang rendah di masing-masing daerah. Pemetaan itu harus terperinci berdasarkan TPS," kata Yulhasni.Ia yang hadir dalam kesempatan tersebut menyebutkan, dalam rangka peningkatan partisipasi pemilih perlu dilakukan berbagai upaya lainnya seperti perbaikan data pemilih dan perbaikan sosialisasi yang dilakukan oleh penyelenggara. Selama ini, sosialisasi tidak merata sampai ke masyarakat khususnya di daerah yang terisolir."KPU kabupaten/Kota harus hadir di daerah tersebut agar masyarakat mendapatkan informasi yang seluas-luasnya," terangnya.Selanjutnya, kata Husni, KPU juga perlu memetakan daerah yang bermasalah pada Pileg dan Pilpres 2014. ‘’Pemetaannya harus sampai pada TPS. Terutama terhadap daerah yang melibatkan penyelenggara Pemilu,’’katanya.Selain masyatakat di daerah yang jauh, penyelenggara juga perlu menemukan cara dalam mengakomodir hak penyandang disabilitas. KPU mensinyalir pada Pileg 2014 banyak pemilih kategori ini yang tidak terdata secara baik.KPU juga kata dia, harus punya peta terhadap daerah-daerah yang tingkat money politics serta daerah rawan konflik. Sebagai bagian dari usaha pemetaan untuk meningkatkan partisipasi pemilih, kata Husni Kamil, perlu juga disasar ke kelompok masyarakat marginal dan meningkatkan sosialisasi ke pemilih pemula yang berada di sekolah dan kampus."KPU bisa menjadikan sekolah dan lembaga pendidikan sebagai kelompok sasaran. Misalnya dengan kegiatan ekstrakurikuler. Kelompok sasaran juga bisa kepada mereka yang tidak mengenyam pendidikan formal," pungkasnya.Di Sumut sendiri ada 14 kabupaten/kota yang dijadwalkan menggelar Pilkada pada 2015. Berdasarkan hasil pemilu legislatif dan pemilu presiden/wakil presiden 2014 lalu, tingkat partisipasi di daerah-daerah tersebut menunjukkan tren yang cukup menyedihkan karena partisipasi pemilih yang rendah. (Mt/don)