MEDAN - Matatelinga, Aksi geng kereta dilegkapi senjata tajam dan senpi di wilayah Hukum Polresta Medan semakin "mengganas". para korbannya tidak segan segan dilukai oleh para kawanan geng kereta ini. Seperti yang dialami oleh Kasim, 22, Warga Jln Piang Baris Gng perjuangan II No 11 Medan Sunggal, jadi korban keberingasan para pelaku geng kereta.Korban mengalami luka luka dibagian kedua lututnya, serta badannya memar. Karena memberikan perlawanan dilokasi kejadian yakni Jl Gatot Subroto SPBU sabtu (31/1/2015) sekitar pukul 04.45 00, dengan mempertahan harta bendanya seperti Honda Vario BK 3838 ADO, tas berisikan SIM A,SIM C, STNK, kartu Kredeit, tabungan ATM serta uang tunai, yang diperkirakan kerugian Rp 50 juta lebih.Dengan kejadian tersebut, korban didampingi rekannya langsung membuat pengaduan ke Polsek Medan Baru dan menceritakan kronologis kejadian tersebut pada juru periksa di lantai II Polsek Medan Baru.Kasim menyebutkan, dia bersama adiknya mengendari sepeda motor Honda Vario hendak pulang ketempat tinggalnya , tepatnya Jln Guru Patimpus Medan kami dihadang dua orang mengendarai sepeda motor sambil mengeluarkan senjata tajam." Perkiraan saya hanya dua orang saja, tetapi dari belakang menyusul membawa senpi mainan" dan saya menyelamatkan diri ke SPBU dengan memperkirakan tidak dikejar mereka. Ternyata puluhan pelaku geng kereta, mengejarnya dan merampas barang barang milik saya,meskipun memberikan perlawanan, malah diri saya yang luka luka. Bukan saya aja, adik saya juga dikejar dan diniaya mereka yang jumlahnya diperkirakan 12 orang."Sebab, ketika asa memberikan perlawanan terhadap pelaku lima orang langsung menghajar saya, gimana tidak kewalahan, apalgi mereka dilengkapi senjata tajam", kasim sambil meninggalkan Polsek Medan Baru.(Mt)