MEDAN - Matatelinga, Ratusan petani penggarap batal berunjuk rasa di Markas Kodam I/Bukit Barisan, Jalan Gatot Subroto Km 7,5, Medan. Masyarakat mengatasnamakan petani dihadang prajurit TNI AD di Simpang Jalan Asrama, Medan, beberapa ratus meter dari Makodam I/BB.Petani penggarap dari Desa Perkebunan Ramunia, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara ini awalnya ingin melaporkan penembokan lahan garapan petani yang diduga dilakukan oleh oknum Puskopkar A Dam I/BB.Lahan yang ditembok oleh oknum TNI AD itu diklaim sebagai lahan garapan eks HGU PTPN 2 yang telah puluhan tahun digarap warga. Meski tak mempunyai alas hak yang jelas, belakangan lahan garapan seluas 200 hektar yang telah ditempati petani kini telah ditembok oleh Puskopkar A Dam I/BB sehingga warga terancam tak mendapatkan tempat tinggal dan lahan pertanian.Salah seorang petani, Subasra mengatakan pembayaran tidak pantas dan petani tidak dipanggil seluruhnya sebelum dilakukan penembokan. Pemagaran terkesan dipaksakan dan warga tak dapat mendekat mempertanyakan saat penembokan.Penembokan yang dilakukan Puskopkar A Dam I/BB di lahan petani penggarap merupakan lahan milik Puskopkar A Dam I/BB yang telah dilepas HGU-nya oleh PTPN 2 dan mejadi milik Puskopkar A Dam I/BB. Sementara petani penggarap menilai pihak TNI salah lokasi dalam melakukan penembokan batas lahan.(Mt)