MEDAN - Matatelinga, Meskipun telah berganti nama kampung kubur menjadi kampung sejahtera yang terletak di Jalan Airlangga Ujung, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah. Namun, para pemilik Jackpot dan bandar Narkoba tetapi menjalankan bisnisnya.Terbukti penggerebekan yang dilakukan oleh sat reskrim Polresta Medan, ratusan mesin Jackpot berbagai jenis diamankan petugas beserta 18 orang yang diantaranya 3 wanita langsung diboyong petugas ke Mako untuk diproses lebih lanjut, Rabu (4/3/2015) sore, sekira pukul 17.00 WIB.Sebelum penggrebekan dimulai, pertama kali Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram menggelar apel di halaman Polresta Medan untuk memberikan pengarahan kepada sejumlah personilnya atas penggrebekan tersebut.Usai apel, petugas langsung menuju ke kawasan kampung tersebut dengan beberapa mobil pribadi. Dengan dipimpin oleh Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram didampingi Wakasat Reskrim Polresta Medan, AKP Victor Ziliwu langsung menggrebek kawasan kampung sejahtera ini.Petugas berpakaian preman dengan dilengkapi senjata lengkap yang tiba di lokasi mendobrak 10 rumah yang berada di atas pinggiran sungai Babura itu. Dari situ, petugas langsung menyita ratusan mesin Jackpot berbagai jenis dan 18 orang diduga pemain langsung diboyong ke Polresta Medan untuk diproses lebih lanjut.Namun sayangnya, 3 orang yang diduga pemilik mesin jackpot yang lokasi rumahnya tepat dipinggiran sungai Babura itu berhasil lolos dengan cara melompat ke sungai tersebut sebelum petugas mendobrak rumahnya.Kasat Reskrim Polresta Medan, Kompol Wahyu Bram yang dikonfirmasi di lokasi itu mengatakan, penggrebekan tersebut dilakukan untuk memberantas perjudian yang semakin marak di kampung tersebut. "Kita lakukan penggerebekan ini untuk memberantas penyakit masyarakat yang berada di lokasi ini. Dan kita juga mendapatkan laporan dari masyarakat adanya mesin-mesin baru yang masuk," jelas Bram.Dikatakannya, pihaknya akan mencari tahu darimana mesin itu berasal. "Kita akan cari tau dari mana mesin berasal. Padahal, sebelumnya Polresta Medan pun sudah memusnakan 300 mesin Jackpot berbagai jenis di Lapangan Santika. Namun, sekarang ada banyak lagi," heran Wahyu.Amatan dilokasi, sejenak kawasan Jalan Airlangga, Medan terjadi macet. Dikarenakan, banyaknya pengendara sepedamotor dan pengendara mobil yang berhenti untuk melihat aksi petugas yang menggerebek kampung tersebut. Namun, kemacetan itu tak berlangsung lama, setelah petugas usai melakukan penggerebekan itu.(Mt)