BELAWAN - Matatelinga, Pendopo dikawasan Kampung Nelayan SeberangKelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan atau tempat petemuan Masyarakatpada Rabu ( 11/3/2015) pagi sekitar pukul 07.00 roboh kelaut.
Namun kejadian ini mengakibatkan beras raskin sebanyak 4,5ton yang akan dibagikan kepada 700 warga miskin yang ada dikawasan itu terendamair laut , namun warga tetap mengambilnya dengan alasan beras tersebut sangatmereka butuhkan untuk anak anak mereka .
Keterangan Kepala Lingkungan setempat , Sabaruddin , berassebanyak 4,5 ton tersebut baru datang semalam Selasa 10 Maret 2015 sekitar pukul 17.00 wib darikantor Lurah Belawan I Kecamatan Medan Belawan untuk dibagikan kepada warga miskin yang ada dikawasan itu .
Karena hari sudah malam maka rencanan hari Rabu 11 Maret2015 pagi beras tersebut dibagikan kepada warga , tapi pagi harinya sekitarpukul 07.00 pendopo yang dijadikan tempat penyimpanan beras raskin itu robohkelaut dan berasnya terendam air lalut .
Walau beras tersebut air lalu warga masih antusias danberbondong bondong mengambilnya untuk dimasak dan dimakan oleh keluarga merekayang sangat membutuhkannya .
Masih keterangan Sabaruddin , Pendopo ini dulunya dibangun oleh Almarhum Raja Inal Siregarketika beliau menjabat Gubenur Propinsi Sumatera Utara ketika itu . Robohnya Pendopo atau tempatpertemuan warga ini akibat tiang tiangnya keropos akibat dimakan usia .
Untuk itu saya selaku perwakilan warga di Kampung nelayanSeberng Kelurahan Belawan I Keamatan Medan Belawan Kota Madya Medan ini mintakepada Bapak Gubenur Propinsi Sumatera Utara H Gatot Pujo Nugroho dan Bapak Waliota Medan H Drs zulmi Eldinsegera membangun kembali pendopo kami yang rubuh ini agar kami bisa berkumpulkembali didalam pendopo ini .
Pengamatan wartawan , beras sebanyak 4,5 ton yang terendamair laut dan asin ini pada Rabu pagi terus dibagikan kepada warga yangmembutuhkan , seperti keterangan salah seorang warga Ibu Asih ( 60) merekaterpaksa mengambilnya untuk dimasak untuk anak dan cucu cucunya .
Ibu Asing mengatakan pada pgi sekitar pukul 06.00 lewat kamimerasa terkejut karena adanya suara yang geuruh ditempat kami ini dan ketikaanak anak kmi keluar rumah dan melihatnya bahwa suara tadi berasal dari pendopokami yang roboh kelaut.
(Mt/Hendrik)