Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Tim Investigasi Poldasu Masih Periksa Saksi-saksi
poldasu, matatelinga.com

Tim Investigasi Poldasu Masih Periksa Saksi-saksi

Admin - Selasa, 24 Maret 2015 20:35 WIB
google
ilustrasi
MEDAN - Matatelinga, Hingga berita ini dituliskan, Tim Investigasi yang dibentuk Polda Sumatera Utara untuk menyelidiki kasus pembunuhan dengan terpidana mati Yusman Telambanua warga Nias hingga kini masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi.Tim yang dipimpin langsung Inspektur Pengawas Daerah (Irwasda) itu tengah memeriksa sejumlah saksi termasuk kepala desa setempat dan beberapa keluarga Yusman. Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Helfi Assegaf ketika dikonfirmasi awak media diruang kerjanya tak banyak memberikan informasi. Sebab, petugas yang telah dibentuk untuk menguak kasus tersebut masih bekerja."(Akta lahirnya) belum kita temukan. Karena kan kita masih mengumpulkan bukti-bukti di lapangan," ungkap Helfi, Selasa (24/3/2015) siang. Ia menjelaskan, untuk membuktikan Yusman masih di bawah umur atau tidak, tim investigasi tengah memeriksa dan memintai keterangan keluarganya. "Kakaknya lagi diperiksa. Namun, dari keterangan Kepala Desa, dia sudah dewasa," ungkap Helfi.Ketika kru koran ini menanyakan kapan hasil infestigasi yang dilakukan tim tersebut dapat dipublikasikan, perwira polisi yang mengemban pangkat melati 3 dipundaknya tersebut belum bisa memastikannya."Kita tunggulah hasilnya nanti. Karena tim masih berupaya mengumpulkan bukti-bukti," terang Helfi. Terkait kasus ini, rencananya Kapolda Sumut, Irjend Pol Eko Hadi Sutedjo akan memaparkan langsung hasil investigasi anggotanya di Nias pada Selasa (24/3). Namun, entah kenapa, pemaparan urung digelar sehingga sejumlah awak media sempat menunggu di Mapolda Sumut.Mantan Kapolres Nias, AKBP Mardiaz Kusin yang kini menjabat sebagai Wakil Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Wadir Ditreskrimsus) Polda Sumut menyebut bahwa Yusman sudah termasuk usia dewasa. Karena, kata Mardiaz, saat dirinya menjabat sebagai Kapolres, penyidik pernah meminta data base dari Disdukcapil Gunung Sitoli terkait data diri Yusman."Dari lampiran KK (kartu keluarga) nya, dia itu kelahiran 83. Kemudian keluarganya minta Disdukcapil (Gunung Sitoli) membuat tahun kelahiran dia di tahun 93," ungkap Mardiaz. Ia mengatakan, Yusman sama sekali tidak memiliki identitas. "Dia (Yusman) tidak punya KTP. Data dirinya juga tidak ada," ungkap perwira berpangkat dua melati emas tersebut.Sekedar mengulas kembali pemberitaan sebelumnya, Yusman Telaumbanua dan Rasulah Hia divonis atas kasus pembunuhan berencana terhadap Kolimarinus Zega, Jimmi Trio Girsang, dan Rugun Br. Haloho, pada 24 April 2012 silam. Kasus ini bermula dari jual beli tokek milik majikannya. Tokek milik majikannya itu rencananya akan dibeli oleh tiga orang yang berani mematok harga hingga Rp500 juta. Lantas, tersangka diperintah majikannya untuk menjemput tiga pembeli yang menjadi korbannya yaitu Kolimarinus, Jimmi, dan Rugun.Untuk melancarkan aksinya tersangka kemudian mengajak kakak iparnya, Rasulah Hia untuk menjemput para korban. Saat mereka menemui ke tiga calon pembeli dan akan diantar ke rumah majikannya mereka langsung menghabisi para korban.(Mt/Man)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Personel Polres Tapsel akan Jalani Sidang Kode Etik

Berita Sumut

Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut Ke-VII

Berita Sumut

359 Personel Naik Pangkat, Pesan Kapolda Sumut: Nugraha Sakanti Jadi Amanah, dan Tingkatkan Pengabdian

Berita Sumut

Sportivitas dan Jiwa Ksatria Warnai Pembukaan Kejurda INKANAS Sumut 2026 Piala Kapolda Sumut Ke-VII

Berita Sumut

Video Viral Live PETI Kotanopan. Kapolda Sumut Didesak Runtuhkan Tembok "Kebal Hukum" Big Bos Tambang Ilegal "Pwg"

Berita Sumut

Hari Bhayangkara ke-80, Presiden Prabowo: Kepercayaan Rakyat Harus Dijaga dengan Kinerja Nyata