MEDAN - Matatelinga, Reni ,38, warga Jalan Utama, Kelurahan Kota Matsum, Kecamatan Medan Area, dan anaknya Muhammad Raffi Akbar ,8, menjadi korban kawanan begal saat melintas di Jalan Amaliun Medan.
Informasi di peroleh, peristiwa naas tersebut terjadi saat Reni menjemput anaknya pulang sekolah, pada Kamis kemarin, sekitar pukul 13.00 Wib, di sekolah Bhayangkara, dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio warna biru.
Ketika tiba di Jalan Amaliun, simpang Gang Kampung Boyan, dia dirampok 6 orang kawanan begal bersepeda motor. Pelaku menendang sepeda motor Reni hingga terjatuh.
"Aku dirampok hingga terjatuh akibat ditendang pelaku," kata Reni pada wartawan saat ditemui di RS Permata Bunda, Jumat (27/3/2015).
Dia pun merasa sudah diintai pelaku sejak dia keluar dari sekolah anaknya hendak menuju ke kediamaannya di Jalan Utama.
"Memang si Raffi sudah bilang kepadaku bahwa kami diikuti rampok dengan mengendarai kereta (sepeda motor)," kata perempuan yang suaminya berprofesi wartawan itu.
"Yang merampokku naik kereta Vixion warna merah. Orangnya berbadan besar, tegap-tegap," sambungnya.
Akibat insiden ini Reni bersama anak semata wayangnya tersebut mengalami luka-luka di bagian badan dan kaki. Yang paling parah dialami Raffi, kepala belakangannya retak karena terjatuh dari sepeda motor, sehingga dia harus menjalani opname di rumah sakit.
Atas kejadian ini pelaku berhasil melarikan diri dengan membawa kalung emas milik korban.
Kapolsek Medan Kota, Kompol Wahyudi, saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini korban belum ada membuat laporan atas perampokan tersebut.
"Saat ini korban belum membuat laporan. Tetapi akan kita tindak lanjuti dan kita lidik sehingga pelaku cepat ditangkap," terangnnya.
(Mt)