MEDAN - Matatelinga, Seorang penjaga rumah anggota DPRD Sumatera Utara (Sumut), Efendi Panjaitan, dipukul senjata api (senpi) jenis revolver oleh seorang pria di Jalan Bunga Terompet II Medan Selayang, Jumat (10/4/2015) dinihari, Akibatnya bagian kepala Sahala pecah, dan terpaksa mendapat 10 jahitan.
Selanjutnya korban membuat laporan di Mapolresta Medan dengan kasus penganiayaan ini bermula ketika rumah anggota DPRD yang dijaganya, didatangi oleh seorang pria.
“Datang ke rumah terus teriak teriak, terus saya tegur, disitu pelaku marah mengeluarkan senjata api, dan memukul saya,” kata Sahala, usai membuat laporan pada Wartawan.
Dia menduga aksi pemukulan dipicu adanya kericuhan yang terjadi antara salah seorang pengunjung lapo tuak yang berada tak jauh dari rumah Efendi, dengan beberapa warga sekitar.
“Karena bapak (Efendi) pergi ke Bali, Kongres PDI P, jadi beberapa warga diminta jaga-jagalah kan. Jadi sebelum pemukulan terjadi sempat terjadi keributan karena ada pengunjung lapo tuak sini ribut dengan warga,” terangnya.
Saat keributan terjadi, ada beberapa warga yang juga dipukul oleh pelaku. Setelah itu pelaku pergi dan peristiwa sempat mereda, katanya.
“Kemudian pelaku kembali mendatangi rumah bapak, dan terjadi lagi keributan, hingga kepala saya bocor dipukul,” katanya.
Atas kejadian ini, Sahala bersama beberapa orang warga Medan Selayang, mendatangi Polresta Medan untuk membuat laporan.
Kasat Reskrim Polresta Medan Kompol Wahyu Bram, ketika dikonfirmasi mengatakan akan memproses kasus ini.
(Mt/Uut)