Matatelinga.com, Kepolisian Polsek Sunggal bagian unitreskrim membongkar jaringan penipuan kupon undian palsu berhadiah telah beredar diKota Medan. Diperkirakan, beredar juga di Kota Binjai dan KabupatenDeliserdang. Lebih kurang 300 lembar kuponundian Palsu Mie Instan telah disebar dua pelaku, SRH ,24, warga Jln JenderalSudirman, Kelurahan Lakessi, Kecamatan Maretengngae, Kabupaten Sidrap, SulawesiSelatan dan T ,17, warga Dusun Kampale, Kecamatan Dua Pitue, Sulawesi Selatan.Namun, aksi keduanya tak berlangsung lama. Pasalnya, kedua pelaku yangmerupakan kaki tangan asala luar Sumatera Utara, tercium dan dibekuk petugas Polsek Sunggaldari kawasan Jalan Tani Asli, Desa Tanjung Gusta, Sunggal, Deli Serdang, Senin(20/4) sekira pukul 21.00 WIB. Dari keduanya, polisi menyita 900 lembar kuponundian palsu.Keterangan yang diperoleh dari kepolisian Selasa (21/4/2015) siang, tertangkapnyakedua sindikat penipuan ini berawal dari informasi yang diperoleh PolsekSunggal.Mengetahui itu, petugas kepolisian pun menelusurinya. Benar saja, petugasmendapati kedua pelaku yang sedang menyebar kupon itu kawasan Jalan Tani Asli.Kedua pelaku pun langsung diamankan petugas dan selanjutnya diboyong ke kantorpolisi untuk proses hukum lebih lanjut.Pengakuan salah seorang pelaku, SRH, ia dan rekannya hanyadiperintahkan untuk menyebar kupon tersebut oleh KK, yang merupakan DPO (daftarpencarian orang) polisi.Dikatakannya, dirinya mendapat bagian 5 persen setiap uang yang ditransfer olehkorban. "Kami enggak tahu apa-apa karena hanya menuruti perintah saja.Kalau berhasil, kami dapat bagian masing-masing 5 persen," aku pemuda asalSulawesi Selatan ini.Lanjut SRH, mereka di Kota Medan lebihkurang sepekan lamanya dan selaludihubungi oleh penyuruhnya KK dan menyuruh mengambil paket kupon undian itusebanyak 1.200 di Kantor Pos Besar Medan. Selanjutnya diperintahkan untukmenyebarnya."Kami baru dua kali menyebar kupon ini. Pertama, 100 dan kedua 200,"akunya lagi.Kapolsek Sunggal Kompol Aldi Subartono mengatakan, modusnya seperti padapenipuan yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya melalui kupon undian."Mereka menyebar saja ke jalan, tidak dimasukkan ke dalam produk,"kata Aldi.Jadi, lanjutnya, apabila masyarakat yang sudah menjadi korban atau mendapatkupon tersebut, diminta untuk segera melapor ke kantor polisi terdekat."Kemungkinan sudah ada korban dan itu yang sedang kita cari. Sebab, sudahberedar 300 kupon di kawasan Jalan Tani Asli dan Medan-Binjai," ujarnya.Menurut Aldi, kedua tersangka ini perannya hanya sebagai kaki tangan, yangmenyebarkan kupon. Untuk otak pelakunya adalah, KK yang berada di SulawesiSelatan. "Pengakuannya, mereka memang hanya berdua saja. Tetapi, kitatetap melakukan pendalaman," sebut mantan Kasat Reskrim Polres Langkatini.Aldi menambahkan, sejauh ini masyarakat belum ada yang melapor ke pihaknyaterkait penipuan modus kupon undian berhadiah tersebut. "Kita masih dalamiberapa uang yang sudah disetorkan. Karena, masyarakat belum ada yang melapor,sehingga kita belum bisa mematiskannya," selaian itu diminta pada masyarakat bila sudahada korban penipuan dengan kupon undian, segera mendatangi kantor Polisi, kata Aldi.(Mt)