Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Gubernur: Hidroponik itu Obat Perut, Obat Mata dan Obat Kantong
Bertanam Hidroponik

Gubernur: Hidroponik itu Obat Perut, Obat Mata dan Obat Kantong

Admin - Kamis, 23 April 2015 18:49 WIB
matatelinga.com
Matatelinga.com, Siang itu, Ruang Kerja Gubernur Sumatera Utara H Gatot PujoNugroho, ST, M.Si didatangi lima orang pria dan wanita  yang membawa buket sayur dan baki tanamansayur.  Berbagai jenis sayuran hidup yang dibawa diantaranya kailan,selada, pakchoy dan selada merah.

Mereka adalah para pentolan Komunitas Hidroponik Medan diantaranya Pendirisamuel wu, sekretaris faisal khurdi, ilyana dan Sunardi. Gubenur didampingi PlhSekda Provsu Hj Sabrina dan Kepala Bidang Bina Hortikultura Dinas PertanianProvinsi Sumatera Utara Ir Yulizar Faisal menyampaikan tujuan kedatangan merekadalam rangka menyampaikan aktivitas sosialisasi yang kini tengah gencar  dilakukan anggota komunitas yang kiniberanggotakan seribu orang ini. "Hidroponik ini adalah solusi atas banyak persoalan, bisa menjadi sumberpangan sehat bagi keluarga, menambah ruang terbuka hijau sekaligus pemasukankelkuarga yang potensial," ujar Faisal Khurdi. Dia mengatakan bahawaKomunitas hidroponik, sekitar 3 bulan terakhir getol mensosialisasikanhidroponik ke tengah masyarakat, diantaranya dunia pendidikan melalui sekolah-sekolah,pemerintahan, swasta dan masyarakat umum.

"Kota yang semakin padat, menyembabkan keterbatasanlahan. Namun dengan hidroponik, gak perlu tanah dan perawatan intens, hanyadalam waktu singkat sekitar 3 minggu," sudah menghasilkan.

Samuel Wu menambahkan bahwa menanam dengan cara hidroponik sangatmenguntungkan. Dengan modal Rp 200 per pohon, dalam waktu paling lama satubulan sayur tersebut bisa dijual ke konsumen Rp 3.000 -Rp 5.000."Harganya  sama dengan sayur organik, padahal cost rendah, hanya 200rupiah per pohon.

Kita bisa jual 1.500  rupiah ke agen atau langsung kekonsumen harganya berkisar 3.000-5.000 rupiah per pohon," jelas Samuel.Dia kemudian menambahkan, meskipun di jual dengan harga sayur konvensionalyaitu berkisar Rp 4000 per kilogram, tanaman hidroponik masihmenguntungkan.Tanaman bisa dipanen satu bulan sekali untuk jenis selada, sawidan lainnya, Sedangkan jenis tanaman kangkung hanya butuh waktu 3 minggu.  Kepada para pencinta hidropinik tersebut Gubernur banyak bertanya seputarcara menanam tanpa media tanah. "jadi dalam luasan area satu meter persegi berapa tanaman yang bisa di tanam?" tanya Gubernur. Salah seorangdiantaranya, Sunardi menjawab dalam  satu meter persegi bisa ditanam 20pohon dan jumlah itu bisa bekali lipat lagi bila di susun secara vertikal."Yang penting terkena sinar matahari dan harus diperhatikan bahwa airnyacukup," jelas pria yang mempraktikkan hidropinik pada skala komersil ini. Faisal kemudian menambahkan, masyararakat dapat dengan sangat mudah melakukanbudidaya tanaman melalui teknik hidroponik dengan memanfaatkan barang bekassepereti botol, wadah, pipa paralon dan lain sebagainya. "Kita juga mohondukungan Pemprov, Sumut untuk bisa bekerjasama melakukan sosialisasi,"ujar Faisal. Menanggapi itu, Gubernur Gatot menyambut baik dan langsung meminta staf DinasPertanian yang mendampingi membuat satu demplot hidroponik di rumah dinasnya."Tolong bu Sabrina sampaikan juga ke Kepala-kepala SKPD untuk membuatdemplot hidropnik di kantor-kantor dinas, tapi jangan pakai anggaran APBD,cukup gunakan barang-barang yang ada dan bisa dimanfaatkan," pinta Gubsu.Dia juga meminta di Kantor Gubernur juga dibuatkan demplot hidroponik sebagaisalah satu kampanye mensosialisasikan gerakan ini. "Kalau yang di rumah sudah berhasil panen beberapa kali, nanti saya ajakPak Pangdam, Pak Kapolda dan Unsur Pimpinan daerah lainnya untuk membuatdemplot hidroponik juga di rumah dinas," ujar Gubernur. Gubernur kemudianmenghimbau agar setiap rumah tangga membuat bertanam sayur mayur di pekaranganrumah dengan teknik hidroponik. Karena selain menjadi sumber pangan sehat bagikeluarga juga indah secara estetika serta menyejukkan lingkungan."Jadibenar, bertanam sayuran hidroponik itu selain Obat bagi perut, juga obat matadan obat kantong," kelakarnya.

 

(Mt)


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Rp158 Miliar Digelontorkan, Jalan Aek Nabara–Negeri Lama–Tj Sarang Mulai Diperbaiki Tahun Ini

Berita Sumut

Ziarah Penuh Makna HUT ke-78 Sumut, Bobby Nasution Ajak Teladani Jasa Pahlawan

Berita Sumut

Pj Sekdaprov Sumut Sebut One Day No Car Bagian Transformasi Budaya Kerja ASN

Berita Sumut

Mudik Gratis Idulfitri 2026, Pemprov Sumut Sediakan 5.500 Kursi

Berita Sumut

Angka Kemiskinan Sumut di Bawah Nasional, Masuk 17 Terendah di Indonesia

Berita Sumut

Kahiyang Ayu Dukung Hari Down Syndrome Sedunia Tingkat Sumut 2026