Warning: include_once(../admin/SimpleImage.php): failed to open stream: No such file or directory in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2

Warning: include_once(): Failed opening '../admin/SimpleImage.php' for inclusion (include_path='.:/opt/cpanel/ea-php72/root/usr/share/pear') in /home/matateli/public_html/amp/detail.php on line 2
Kembangkan Smart City Sebagai Solusi Masyarakat Cerdas Melalui Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)
Oleh : Hendra Mulya

Kembangkan Smart City Sebagai Solusi Masyarakat Cerdas Melalui Perkembangan Teknologi Informasi Komunikasi (TIK)

Admin - Rabu, 29 April 2015 10:08 WIB

Di era sekarang, yang memasuki zaman digital, pengembangan kota menuju “Smart City” sangat mendukung untuk menjadikan masyarakat yang cerdas, berpendidikan serta bermoral baik.Dalam melaksanakan sistem smart city ini sangatlah bagus, sebab sangat berpengaruh dalam aktivitas dan kebutuhan masyarakat akan adanya teknologi. Memasuki era modern ini , sesuai dengan perkembangan zaman yang memasuki era digital, sudah sewajarnya kota-kota besar di Indonesia dibubuhi dengan teknologi informasi komunikasi (TIK).

Bila berbicara tentang smart city dan teknologi informasi komunikasi, belum lengkap rasanya bila kita belum mengetahui dan memahami apa sebenarnya yang dimaksud dengan smart city dan teknologi informasi komunikasi yang dikenal dengan sebutan TIK.

Menyinggung kata smart city, pasti masih asing di telinga kita. Smart city bisa kita artikan sebagai “kota pintar” yang menjadikan teknologi sebagai salah satu acuan untuk menjadi kota tersebut menjadi smart. Jadi pengertian smart city adalah suatu konsep pemanfaatan teknologi yang sesuai dengan kota masing-masing.

Smart city juga dapat di defenisikan sebagai sebuah konsep penataan kota yang terintegrasi dalam semua aspek, baik dari pemerintahan, penduduk, kesehatan, pendidikan dan masih banyak lagi yang lainnya dengan menjadikan perkembangan teknologi sebagai salah satu perangkatnya .

Sedangkan teknologi informasi komunikasi adalah istilah umum untuk semua jenis teknologi yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan atau menyebarkan informasi. Teknologi informasi komunikasi juga menyatukan komputasi (ilmu komputer yang memecahkan sebuah masalah dari data input) dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara dan video. Contoh dari teknologi informasi komunikasi bukan hanya berupa komputer, tetapi juga telepon, televisi dan peranti genggam modern seperti handphone dan gadget.

Saat ini, isu smart city sedang banyak diperbincangkan oleh negara-negara di dunia, semuanya berlomba-lomba untuk membangun “kota pintar” yang bertujuan untuk menjamin semua kenyamanan penduduknya.

Bila kota-kota yang ada di Indonesia belum memikirkan adanya smart city ini, pasti Indonesia akan tertinggal jauh oleh negara-negara yang telah mengaplikasikan smart city di kota-kota mereka.

Kota dapat disebut smart city ketika investasi modal sosial dan manusia, infrastruktur transportasi serta teknologi informasi mampu mendorong pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan kualitas hidup yang tinggi, dengan pemanfaatan sumber daya alam yang bijak, melalui tata kelola pemerintahan yang partisipatif.

Secara sederhana dapat dikatakan sebagai kota yang lebih cerdas, yaitu layak huni, efisien, dan berkelanjutan. Proyek smart city paling tidak berangkat dari penyiapan teknologi informasi komunikasi atau yang lebih dikenal dengan sebutan TIK.Ada dua kunci untuk mewujudkan smart city di berbagai kota di Indonesia agar konsep smart city dapat berjalan dengan baik dan sesuai dengan konsep smart city yang diinginkan kota-kota di Indonesia, yaitu biaya & sumber daya manusia (SDM) yang mengelola harus mencukupi untuk membangun kota menuju smart. Bila salah satu atau keduanya tak memenuhi, pengaplikasian smart city kemungkinan tidak akan terwujud seperti mana mestinya.  Rencana Pemerintah Kota Binjai menuju smart city sebaiknya tidak menyoal pembangunan fisik belaka, tetapi juga menyangkup sosialisasi mental dengan cara memberikan pengetahuan bagaimana konsep kota yang cerdas agar dapat dipahami semua kalangan masyarakat dan bagaimana kota ini bisa sejalan dengan kehidupan sosial yang mengikat dengan aturan-aturan dan konsep perencanaan kota berbasis digital yang bertujuan untuk membangun masyarakat cerdas.Terwujudnya smart city atau kota cerdas dirasa semakin diperlukan di Indonesia, mengingat pada saat ini populasi penduduk kota-kota besar di dunia mencapai 4 miliar dan diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah populasi penduduk dunia.Smart city akan semakin mendesak karena lebih dari setengah penduduk dunia tinggal di per-kotaan namun tidak didukung infrastruktur yang memadai. Dengan adanya program smart city ini, diharapkan Pemerintah Kota Binjai bisa menghadirkan solusi dengan cara memprediksi kebutuhan mendatang dari pada sekedar melakukan aksi yang tidak jelas yang akhirnya membuat anggaran di suatu daerah tersebut menjadi tak berguna. Misalnya memanfaatkan teknologi tertentu untuk mengurai kemacetan atau membatasi jumlah kendaraan dalam satu waktu. Hal ini jelas bermanfaat bagi penduduk kota untuk mengantisipasi kemacetan yang saat ini menjadi permasalahan yang serius di setiap kota-kota besar di Indonesia.  Jika konsep smart city yang akan digagas Pemerintah Kota Binjai hanya mengandalkan aspek fisik seperti pembangunan infrastruktur, penambahan jaringan internet dan sebagainya, jelas hal ini akan menjadi sia-sia apabila saat semua fasilitas fisik yang telah memadai dan didirikan dengan cukup matang dan biaya yang cukup besar ini tidak disertai dengan sosialisasi mental dan perilaku serta pemahaman masyarakat tentang apa sebenarnya yang dimaksud dengan konsep smart city. Kurangnya sosialisasi ini jelas membuat masyarakat tidak memahami apa sebenarnya tujuan dan manfaat serta kegunaan dari smart city itu sendiri. Masyarakat tidak dapat merasakan fungsi dan kegunaan fasilitas yang telah didirikan oleh Pemerintah Kota Binjai, sehingga masyarakat tidak dapat berpartisipasi dalam membantu pemerintah untuk menjadikan Kota Binjai menuju kota yang smart dengan harapan dapat mencerdaskan masyarakatnya melalui perkembangan teknologi informasi komunikasi.

Sebelum konsep smart city ini dilakukan, sebaiknya Pemerintah Kota Binjai terlebih dahulu melakukan sosialisasi mental dan perilaku serta memberikan pemahaman masyarakat akan konsep smart city. Tujuannnya adalah agar konsep smart city yang akan dicanangkan Pemerintah Kota Binjai dapat berjalan mulus tanpa ada kendala yang berarti.

Kota Binjai menuju smart city dalam arti kompleks, perlu adanya prakondisi (kondisi yg menjadi landasan bagi suatu proses, usaha, pelaksanaan pembangunan, perdamaian, revolusi). Seperti peningkatan pelayanan sosial, pelayanan kesehatan, pendidikan, serta memberi edukasi (perihal pendidikan) pada masyarakat akan konsep smart city dalam segala dimensi, bukan hanya sekedar mengandalakan pembangunan fisik saja. Selain itu, berkurangnya angka kriminalitas dan pengangguran serta angka kemiskinan juga menjadi salah satu aspek dalam menuju Binjai smart city. Jika secara pembangunan fisik tidak menjadi masalah bagi Pemerintah Kota Binjai, namun disini smart city bukan selalu soal fisik belaka, namun kita bicara kriminal, kemiskinan, pendidikan, dan masalah sosial lainnya.Tingginya angka kriminal dan peredaran narkoba di Kota Binjai yang terdaftar dalam peringkat ke dua di provinsi Sumatera Utara setelah Kota Medan juga menjadi tugas Pemerintah Kota Binjai untuk menuju Binjai smart city. Salah satu langkah yang telah diambil Pemerintah Kota Binjai untuk menuju Binjai smart city pada saat ini adalah jihad dalam pemberantasan narkoba dengan menggunakan kecanggihan teknologi informasi komunikasi dalam penyampaian informasi. Pemerintah Kota Binjai bekerjasama dengan pihak kepolisian, TNI, organisasi masyarakat (Ormas) dan masyarakat tengah gencar-gencarnya melakukan aksi pemberantasan narkoba dengan cara menyebarkan sejumlah nomor telepon selular (handphone) milik pejabat pemerintahan, dan kepolisian serta TNI kepada seluruh masyarakat Kota Binjai. Nomor telepon selular ini bertujuan agar masyarakat dapat memberikan informasi secara langsung kepada pihak yang dituju dengan cara memberikan pesan singkat (SMS) tentang maraknya peredaran narkoba yang ada di Kota Binjai.Bila angka kriminal dan peredaran narkoba di Kota Binjai dapat berkurang, berarti satu langkah telah diatasi oleh pemerintah untuk menuju Binjai smart city.

Selain itu, Pemerintah Kota Binjai juga harus segera melakukan pembenahan fasilitas teknologi informasi komunikasi di dalam dunia pendidikan. Untuk saat ini, masih banyak sekolah-sekolah negeri di Kota Binjai yang minim akan alat teknologi seperti komputer, hal ini terlihat saat memasuki ujian nasional (UN) tingkat sekolah menengah atas sederajat, saat itu hanya tiga sekolah menengah atas sederajat yang melaksanakan UN dengan sistem online, sementara puluhan sekolah menengah atas sederajat lainnya masih melaksanakan UN dengan metode lama.

Teknologi informasi komunikasi (TIK) merupakan salah satu instrumen yang penting pada pelaksanaan pelayanan pendidikan suatu kota menuju pada pemerintahan yang smart. Dalam konsep smart city atau kota pintar, peran teknologi informasi dan komunikasi merupakan hal yang sangat vital. Semakin lengkap sarana dan prasarana dalam pelayanan pendidikan dasar dan mengengah, maka akan semakin efektif proses belajar dan mengajar dilaksanakan dan siswa akan semakin mudah menyerap setiap materi yang diberikan oleh guru.

Mengacu pada standar nasional untuk menciptakan pelayanan pendidikan yang bermutu, standar pelayanan pendidikan dasar menjadi salah satu peningkatan perkembangan bagi pendidikan dasar di negara kita. Sehingga pada hakikatnya pelayanan aparatur Pemerintahan Kota Binjai merupakan kunci untuk tercapainya pembangunan masyarakat dalam bidang pendidikan.

Beberapa kondisi faktual yang menyebabkan permasalahan pelayanan khususnya bagian pendidikan dasar dan menengah di Kota Binjai antara lain kurang memadainya sarana dan prasarana perangkat teknologi informasi dan komunikasi di sekolah seperti penyediaan website sekolah, hal ini dibuktikan sampai saat ini masih ada sekolah di Kota Binjai yang tidak terfasilitasi oleh perangkat teknologi informasi dan komunikasi hingga berujung pada keterlambatan data-data atau laporan pertangungjawaban akhir yang diterima oleh bagian pendidikan dasar Dinas Pendidikan Kota Binjai.

Penyebab di atas mengakibatkan rendahnya kualitas organisasi pemerintah dan publik di dalam dunia pendidikan. Dengan demikian  subtansi masalahnya adalah rendahnya kualitas organisasi publik atau pemerintah dalam memberikan pelayanannya kepada masyarakat.

Pelayanan pendidikan dasar dan menengah di Kota Binjai sangat ditentukan oleh kemampuan Pemerintah Kota Binjai dan jajarannya dalam meramu kebijakan guna pengembangan sumber daya aparatur yang relevan, mencetak generasi pelajar yang berkualitas dan tentunya tidak gagap teknologi mengingat untuk menuju kota yang smart salah satu indikatornya adalah tersedianya fasilitas teknologi informasi dan komunikasi yang memadai sehingga jika dilihat dari sudut pandang konsep smart city, maka perlu dilakukan suatu penelitian yang khusus mengkaji dari kacamata pemerintah pintar (smart governance).

Untuk menggambarkan adanya indikasi upaya pemerintah Kota Binjai menuju smart city terkhusus pada pemerintahan yang pintar (smart governance) maka diperlukan suatu transformasi pemerintahan agar kota lebih cerdas. Dalam berbagai literatur, transformasi itu sendiri digambarkan melalui beberapa tipe secara konseptual antara lain yakni pemerintahan yang smart, pengambilan keputusan yang smart, administrasi yang smart serta kalaborasi yang smart.

Bila kita kaji lebih jauh, konsep Smart city yang baik yakni  menggunakan pemanfaatan teknologi dan informasi untuk memaksimalkan sumber daya yang ada dengan tujuan untuk menghubungkan, memonitor, dan mengendalikan berbagai sumber daya yang ada di dalam kota dengan lebih efektif dan efisien. Dengan begitu, maka pelayanan kepada warga akan lebih maksimal, efektif dan efesien, sehingga dapat memaksimalkan sumber daya manusia.Smart city alias kota pintar merupakan program yang mengintegrasikan pelayanan masyarakat secara elektronik. Di bidang kesehatan, misalnya, warga yang akan berobat ke puskesmas bisa mendaftar melalui pesan dingkat (SMS). SMS itu akan masuk ke sistem registrasi pasien secara otomatis. Warga bisa mengetahui nomor antrian dan jam berapa akan dilayani. Dokter juga bisa melihat riwayat kesehatan pasien sehingga pengobatan yang diberikan lebih tepat.Contoh lain, e-office atau kantor yang berkonsep online yang bekerja secara jaringan internet. Contoh ini akan mengintegrasikan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemerintahan Kota Binjai. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan komunikasi dan distribusi surat antar SKPD. Dengan begitu, surat-menyurat antar dinas sudah paperless atau mengurangi pemakaian kertas, namun bukan meniadakan pemakaian kertas sama sekali. Semua menggunakan surat elektronik.Masyarakat yang akan mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat keterangan waris, surat keterangan tidak mampu, hingga surat keterangan domisili usaha bisa dilayani dengan sistem online.

Smart city atau kota pintar juga harus memilikikonsep penyajian informasi tentang keadaan suatu kota secara komprehensif dan real time. Informasi tersebut selanjutnya dapat diakses melalui sebuah ruang kontrol (controlling room). Tujuannya adalah agar walikota mendapatkan informasi secara langsung, tidak dari "pembisik", dan dapat mengakses informasi sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat. Usaha untuk terjun langsung ke lapangan bisa diwakilkan dengan sistem sensor yang diaktifkan di berbagai tempat.Dengan sistem informasi seperti ini, diharapkan dapat mendukung pembangunan yang transparan dan berkelanjutan. Transparansi data yang minim manipulasi dapat disokong dengan sistem data yang terkelola dengan baik, walikota dan jajarannya pun dapat memiliki data yang lengkap, baik tentang kondisi masa lalu dan  kini guna untuk memprediksi kondisi di masa depan. Inilah konsep yang mendukung pembangunan berkelanjutan untuk Kota Binjai yang lebih baik.Selain itu, masyarakat akan dibekali kartu pintar atau smart card. Kartu tersebut bisa multifungsi. Pertama, sebagai uang elektronik untuk bertransaksi di supermarket, hotel, restoran, rumah sakit, parkir, dan sebagainya. Nanti kartu itu juga bisa digunakan untuk transaksi di kendaraan umum. Tinggal diisi, saat transaksi saldonya akan berkurang dengan sendirinya. Dengan demikian, ke mana-mana warga Kota Binjai tidak perlu membawa uang cash atau tunai. Kedua, smart card berfungsi sebagai kartu akses pelayanan publik seperti kesehatan, pendidikan dan lainnya.Adanya smart card, akan meminimalkan korupsi, sebab segala pembayaran dan transaksi lainnya yang dilakukan masyarakat kota menggunakan kartu. Laporannya juga bisa dilihat setiap waktu dengan menggunakan informasi tekhnologi berjaringan internet. Dengan demikian, tidak ada peluang bagi pegawai Pemerintah Kota Binjai  untuk me-mark up atau menyelewengkan anggaran yang ada.

Sedangkan untuk mengantisifasi kemacetan, tindakan kriminal di jalan raya dan pelanggaran lalu lintas, Pemerintah Kota Binjai dapat menggunakan perkembangan teknologi seperti kamera cctv yang dipasangkan di daerah-daerah yang dianggap rawan akan tindakan kriminal, pelanggaran lalu lintas dan lainnya, sehingga pihak terkait dapat terus memantau aktifitas yang ada di daerah tersebut.Untuk menuju Binjai smart city, ada tiga hal yang harus diterapkan agar konsep smart city ini dapat berjalan dengan baik.1. Ramah lingkungan2. Efisien dalam penggunaan energi3. Menerapkan teknologi tepat gunaPertama, yang dimaksud dengan ramah lingkungan dalam aspek smart city ini adalah bagaimana mewujudkan ruang terbuka hijau dengan cara membangun infrastruktur yang berbasis hutan kota dan taman kota.Kedua, efisien dalam penggunaan energi, yakni angkutan publik menjadi sebuah keharusan dan penyediaan yang memadai. Dan yang ketiga, menerapkan teknologi tepat guna sejalan dengan penambahan infrastruktur maka semakin mudah untuk menerapkan berbagai macam kajian yang lebih efisien, fleksibel dan tepat agar sebuah kota bukan sekedar menjadi acuan, tetapi sebagai kota yang menerapkan implementasi konsep-konsep smart city.Kota-kota besar di Indonesia sebenarnya sangat berpotensi besar terhadap gagasan atau konsep smart city, beberapa kota besar yang sudah mengarah tentang konsep smart city ini atara lain : Jakarta, Bandung, Surabaya dan Bogor. Modal dari kota-kota ini terbilang sudah mewakili untuk arah yang dimaksud. Apalagi ditopang dengan banyaknya sarana penunjang dan dibantu operator selular akan mempercepat tercapainya sebuah kota untuk menuju smart city dalam arti sesungguhnya, bukan hanya pintar dalam kecanggihan teknologi, namun bagaimana mengedepankan sosio-budaya akan beriringan dengan kemajuan kota itu sendiri.Salah satu dimensi terpenting dan yang terbaik dari smart city, kota saat ini seharusnya memberikan pelayanan yang menggunakan teknologi terkini, dan membangun infrastruktur yang cerdas, sehingga dapat memberikan pelayanan yang efektif dan murah kepada seluruh masyarakat yang tinggal di Kota Binjai. Kota Binjai mulai terlihat menuju aspek smart city yang menggunakan perkembangan tekhnologi berupa jaringan internet (wifi), hal ini terlihat dari banyaknya taman digital yang berada di sejumlah kawasan di Kota Binjai yang dibangun pemerintah kota bekerjasama dengan PT. Telekomunikasi (Telkomsel) Tbk. Selain itu, gencarnya pemerintah kota dalam membenahi infrastruktur yang ada juga merupakan salah satu syarat untuk menuju Binjai smart city. Pemerintah Kota Binjai dalam hal ini juga telah melakukan pembenahan infrastruktur, salah satunya pembangunan pasar pagi tradisonal kebun lada dan pembangunan pasar modern dikawasan Kelurahan Rambung, Kecamatan Binjai Selatan.  Namun, jika hanya mengarah pada pembangunan dan pembenahan infrastruktur saja, jelas hal ini tidak dapat menjadikan Kota Binjai menuju smart city. Peningkatan sumber daya manusia (SDM), pelayanan dengan baik kepada masyarakat juga menjadi hal yang utama untuk menjadikan kota ini menuju kota smart city. Dalam membangun Kota Binjai menuju smart city tentu membutuhkan prasarana penunjang seperti perangkat teknologi, sistem informasi teknologi dan pembangunan infrastruktur yang memadai. Namun, untuk mewujudkan semua ini dibutuhkan energi yang tidak sedikit, sementara sumber pasokan energi di Indonesia masih tergolong minim. Disamping itu, yang perlu dipertimbangkan atas konsep pembangunan kota adalah seberapa jauh pemerintah, akademisi, dan masyarakat mengenali dan memahami masalah kotanya sendiri. Sehingga dengan mengenali dan memahami kota, Kota Binjai akan dengan cepat melewati tahapan demi tahapan untuk menuju Binjai smart city.Bila kita kaji di sejumlah kota seperti di kota Korea Selatan, Singapura, Amsterdam, Copenhagen dan Melbourne, konsep smart city tidak terjadi begitu saja, kota-kota tersebut sebelumnya juga telah melalui sejumlah tahapan-tahapan pembangunan kota yang cukup matang. Membangun kota berarti membangun kehidupan seluruh mahluk hidup yang tinggal dan hidup dari sumber daya kota. Sosialisasi, penjelasan kepada masyarakat yang di berikan pemerintah kota sangat penting untuk meningkatkan sumber daya manusia agar munuju Binjai smart city yang didalamnya berdiri masyarakat cerdas. Namun, minimnya sosialisasi dan penjelasan oleh pemerintah kota kepada masyarakat tentang tujuan dan makna dari smart city membuat masyarakat menjadi awam. Masyarakat tidak dapat memahami tentang konsep smart city yang sebenarnya.Selain itu, dapat terwujudnya suatu kota cerdas juga tak terlepas dari faktor budaya. Budaya kebersihan, budaya pendidikan, budaya lingkungan, bagaimana menjaga lingkungan dan fasilitas publik yang telah diberikan pemerintah untuk masyarakat tersebut.Semua pemahaman tentang budaya tersebut jelas akan membuat kota kita semakin cerdas dan bermoral. Disebut kota cerdas karena masyarakatnya juga cerdas dan sederhana serta memiliki moral yang baik. Binjai smart city merupakan rencana baru yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Binjai. Jadi bagaimana cara mewujudkan Binjai smart city? Upaya yang dilakukan oleh pemerintah Kota Binjai untuk mewujudkan Binjai smart city sementara dalam tahap proses. Untuk mewujudkan hal ini, Pemerintah Kota Binjai perlu membangun enam unsur dimensi dari smart city itu sendiri, yaitu:1. Ekonomi Pintar (Smart Economi)Secara umum, bisa dibilang bahwa ekonomi adalah sebuah bidang kajian tentang pengurusan sumber daya material individu, masyarakat dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup manusia. Karena ekonomi merupakan ilmu tentang perilaku dan tindakan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui pilihan-pilihan kegiatan produksi, konsumsi dan atau distribusi.Jadi ekonomi pintar (Smart Economi) disini dapat diartikan bagaimana masyarakat dapat memanfaatkan tentang pengurusan sumber daya material individu, masyarakat, dan negara untuk meningkatkan kesejahteraan hidup masyarakat itu sendiri.2. Lingkungan Pintar (Smart Environment)Sedangkan Lingkungan Pintar (Smart Environment) dapat didefeniskan sebagai suatu sistem yang kompleks dimana masyarakat dapat memanfaatkan berbagai faktor yang berpengaruh timbal-balik satu sama lain dan dengan masyarakat serta tumbuh-tumbuhan. 3. Mobilitas Sosial Pintar (Smart Social Mobility)Mobilitas sosial pintar yakni, perpindahan orang atau kelompok dari strata sosial yang satu ke strata sosial yang lain menuju jenjang yang lebih baik.4. Masyarakat Pintar (Smart People)Masyarakat Pintar (Smart People) disini adalah sejumlah besar orang yang tinggal dalam wilayah yang sama dan memiliki budaya yang relatif sama yang dapat memahami tentang manfaat dan kegunaan sarana infrastruktur yang telah disediakan oleh pemerintah di lingkungannya masing-masing.5. Kehidupan Pintar (Smart Living)Kehidupan Pintar (Smart Living) memanfaatkan sesuatu yang khas dipunyai oleh organisme hidup dan ditandai oleh aktivitas, proses, atau fungsi khusus.6. Pemerintah Pintar (Smart Governance)Pemerintah Pintar (Smart Governance) yakni sistem menjalankan wewenang dan kekuasaan mengatur kehidupan sosial, ekonomi dan politik dengan mengutamakan kepentingan masyarakat dan memberikan fasilatas yang dapat meningkatkan SDM masyarakat.

Keenam unsur tersebut dapat dijadikan acuan untuk mewujudkan Binjai sebagai kota smart city. Selain dari keenam unsur tersebut yang menjadi prioritas untuk membangun Binjai smart city yaitu penyesuaian penerapan tekhnologi informasi komunikasi  (TIK) di Kota Binjai. Karena di era digital ini, perkembangan IT terus meroket dan pangsa pasarnya juga terus menjamur dari kalangan anak-anak hingga orang tua.  Sebaiknya, smart city yang akan diterapkan di Kota Binjai menitikberatkan pada pemanfaatan teknologi masa kini untuk meningkatkan pelayanan pada masyarakat Kota Binjai. Selain itu tujuan lain penerapan Binjai smart city ini dapat juga sebagai solusi dari berbagai permasalahan kemacetan, fasilitas umum yang rusak, penumpukan sampah, mengetahui kondisi tanah yang layak dijadikan lahan pertanian atau lahan mendirikan bangunan.Sebagai langkah awal menjadikan Indonesia sebagai negara yang maju, mari kita mulai mengubah kota-kota Indonesia yang khususnya Kota Binjai menjadi kota smart city agar masalah-masalah seperti kurangnya pelayanan publik, kemacetan, penumpukan sampah, fasilitas-fasilitas umum yang rusak, dan kurangnya pengawasan pemerintah terhadap masyarakat dapat teratasi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Binjai dan masyarakat seharusnya saling mendukung dan saling bekerjasama agar Binjai smart city ini dapat terwujud sesuai dengan apa yang diharapkan.Smart city memang masih menjadi barang asing di Indonesia. Namun, pada saatnya nanti akan semakin popular dan nyata. Paling tidak karena beberapa keyakinan berikut. Pertama, implementasi smart city semakin popular di berbagai belahan dunia. Kedua, makin mudah mendapatkan teknologi sensor berdaya rendah. Ketiga, operator gencar mengembangkan jaringan data wireless. Keempat, penetrasi gadget semakin luas dan tingkat partisipasi publik yang semakin tinggi.

Kota Binjai yang rencananya akan menggunakan konsep smart city juga harus mengutamakan fasilitas-fasilitas kota dengan konsep smart city. Tujuannya adalah untuk meningkatkan keseimbangan secara berkelanjutan, yang akan menjadi daya tarik kota itu sendiri.

Fasilitas yang mendukung dalam membangun konsep smart city yakni :

Perumahan dan gedung perkantoran

Untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam pengoperasian bangunan dan konstruksi, di beberapa kota telah dilakukan perbaikan pada infrastruktur serta sertifikasi bangunan untuk mengurangi penggunaan listrik dan air. Penggunaan “smart metering” dan “smart building” teknologi membantu memaksimalisasi kontrol penggunaan. Pengaturan kode etik dalam proses pembangunan, standarisasi dan sertifikasi adalah salah satu cara penting untuk menciptakan bangunan yang ramah lingkungan. Banyak kota telah menjalankan program pengawasan kode etik dan standar dalam proses pembangunan dan renovasi gedung.

 

Pengelolaan sumber daya alam

Dalam hal pasokan dasar sumber daya alam, banyak kota yang bekerja keras untuk mengurangi intensitas karbon dari energi yang digunakan masyarakat serta meningkatkan efektifitas, efisiensi pasokan dan jaringan distribusi. Berbagai sumber energi terbarukan seperti energi tenaga air, angin, sampah, matahari, dan panas bumi akan menjadi sumber energi penting.

 

Kesehatan dan keselamatan

Teknologi informasi dan telekomunikasi secara inovatif telah mengubah kemampuan kota untuk menyediakan pelayanan kesehatan jarak jauh kepada masyarakat, terutama masyarakat yang tinggal di panti jompo dan daerah terpencil. Penerapan teknologi modern merupakan bagian terpenting dari proyek Binjai menuju smart city. Beberapa pasien dilengkapi dengan perangkat yang dapat mengukur tekanan darah dan glukosa darah secara otomatis, menggunakan sebuah televisi “set-top box” yang berfungsi sebagai computer yang mampu meng-upload hasil tes ke Service Center Telecare (SCT). Para perawat kemudian menganalisa hasil diagnosa tersebut dan merekomendasikan perawatan yang diperlukan. Salah satu manfaat dari program ini adalah bahwa pasien tidak harus meninggalkan tempat tinggalnya untuk mendapatkan pelayanan kesehatan dasar.

Pendidikan dan budaya

Model pelayanan pendidikan pada kota pintar (smart city) baik negeri maupun swasta, diterapkan terutama menggunakan teknologi modern. Termasuk penyediaan fasilitas untuk kegiatan rekreasi dan kebudayaan seperti :musik, teater, olahraga dan kegiatan rekreasi lainnya. Tidak kalah pentingnya, pendidikan dalam konteks Kota Pintar (smart city) adalah kebutuhan untuk melibatkan masyarakat dalam proses pendidikan, dimana akan terjadi perubahan perilaku untuk menjadi lebih baik sehingga dapat meningkatkan keseluruhan aspek keberlanjutan dan kesehatan lingkungan kota. (Bersambung).


Tag:

Berita Terkait

Berita Sumut

Prestasi Tak Tertandingi

Berita Sumut

Atasi Kemiskinan, Sergai Lakukan Inovasi dan Lompatan Berbagai Program Efisien

Berita Sumut

Kepala Bakamla RI Hadiri Pembahasan Tindak Lanjut Illegal Fishing Zona Timur

Berita Sumut

Bupati Soekirman Ajak Peserta Tingkatkan Keterampilan Untuk Menambah Penghasilan Keluarga

Berita Sumut

Bupati Soekirman Himbau ASN Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Berita Sumut

Pengunjung dan Pasien RS Royal Prima Berhamburan Keluar