Matatelinga.com. Keberadaansejumlah Rekening Bodong BOS Kota Medan yang terus menjadi perbincangan,sepertinya jadi ganjalan transparansi dalam pengelolaan dana pendidikan.Meskipun Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional telah berusaha kerasagar bantuan hibah itu bermanfaat bagi kelangsungan pendidikan siswa miskin,tapi nyatanya masih saja berbagai masalah menggerogotinya. Dari keberadaan datajumlah siswa yang tidak valid dan akurat, hingga penyerimpungan danaolehpihak-pihak tak bertanggungjawab.Soaladanya data jumlah siswa yang tidak akurat, hingga menimbulkan kerugian negaraakibat penyaluran dana yang tidak tepat sasaran dan menimbulkan kerugiannegara, Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan, Marasutan Siregar membantah hal itumerupakan tanggungjawab instansinya. Begitupun Marasutan mengakui, jika soalpendataan adalah tanggungjawab dinas. “ Semua dana BOS dicairkan kerekening sekolah, Disdik hanya pendataan”, ujar Marasutan lewat pesan singkatseluler, (14/4).
Begitupun saat ditanyaterjadinya penyaluran dana ke rekening kesolah yang diragukan rekening tadiadalah rekening sekolah bersangkutan. Seiring penolakan 37 sekolah kelasinternasional di Kota Medan menerima Bantuan Operasional Sekolah, bahkan hinggamembuat pernyataan diatas materai. Tapi dari rekap penyaluran BOS KemendikbudRI, sejumlah sekolah internasional tadi tertera masih menerima BOS. Marasutankembali berdalih, jika penyaluran tidak lagi menjadi tanggungjawab DinasPendidikan Kota Medan.
“Yang mentransfer uang biayasiapa, tolong cek secara benar”, kembali Marasutan memberikan jawaban lewanpesan singkat elektronik, (23/4).
Bahkanketika ditanyakan ulang, sejumlah sekolah internasional itu saat dikonfrontirkembali tetap mengatakan tidak ada menerima Bantuan Operasional Sekolah,Marasutan menepis pihaknya bertanggungjawab jika terdapat perbedaan antara datadengan jumlah siswa yang ada. Hingga memposisikan terjadinya penggelembungandana yang disalurkan kesekolah-sekolah. Begitupula dengan adanya rekap sekolahkelas internasional menerima BOS, sementara sekolah bersangkutan sedari awalpendiriannya memang tidak ada menerima bantuan apapun dari pemerintah.
“Itu data Dapodik usulan sekolahsecara online, makanya pelajari jangan asal ngomong, tks”, kali ini pesansingkat dari seluler Marasutan terkesan meradang.
Bukan hanya Marasutan yangmenolak bertanggungjawab tidak akuratnya data siswa didik penerima BantuanOperasional Sekolah Kota Medan, Tahun anggaran 2013-2014, dan 2014-2015.Salahsatu bawahan Marasutan, Syahrial yang membidangi Pendidikan Dasar saatditanya tentang data-data tidak akurat yang melahirkan rekening bodong itu cumamenjawab singkat, “Terima Kasihinfornya”. Padahal dalam Juknis pendataan BOS, Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota membawa data rekap jumlah siswa darisekolah-sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi. Lantas Dinas PendidikanProvinsi yang melaporkan jumlah keseluruhan siswa ini ke kementrian, untukselanjutnya dialokasikan anggaran dan dilakukan pencairan. Hingga jelas datadari kepala bidang pendidikan dasar, menengah dan atas dari dapodik tentunyadiambil sebagai landasan angka bagi manajer BOS sebelum melanjutkannya ke kementrian di Jakarta.
“Kalau terjadi kesalahan data siswa didik pada tingkatdasar, mungkin data dari pejabat sebelum saya”, ujar Masrul Badri yangmenggantikan Sahrial sebagai Kabid Pendidikan Dasar. Sejak sejawatnya itudiangkat menjadi staf di Badan Kepegawaian Daerah Kota Medan. Meski dalam Juknis BOS ada kewajiban Dinas PendidikanKabupaten dan Kota untuk memverifikasi data-data yang mereka terima darisekolah-sekolah. Masrul tidak memberi jawaban apakah bidangnya telah melakukanverifikasi data, bagi data dapodik pada anggaran triwulan dan tahunselanjutnya.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar yang jugaManajer BOS Pemerintah Provinsi Sumatra Utara, Erni Mulatsi, saat dikonfirmasisetelah beberapa kali pertemuan. Menyarankan wartawan untuk menemui KabidProgram Disdik Medan, T. Manulang. Meskipun mulanya Erni menjanjikan memberi penjelasansehubungan terteranya nama beberapa sekolah kelas internasional yang menolakBOS, tapi nama sekolah tercantum sebagai penerima BOS pada rekap kementrian.
“Tentang rekening dana BOS diKota Medan sudah saya konfirm ke Kota Medan. Senin hubungi Manulang KasiProgram Disdik Medan”, begitu pesang elektronik dari seluler Erni, yang mengakutidak dapat bertemu wartawan karena tengah berada di Brastagi dalam acarakedinasan, (9/5/2015).
Kepala Disdik Kota MedanMarasutan Siregar yang coba kembali dikonfirmasi, tentang sistem verifikasidari disdik Medan bagi pengawasan terhadap data-data yang diberikan sekolah,mengingat saat menjabat Kabid Pendidikan Menengah Umum sekitar 2009-2010 lalu,beliau pernah menerakan jumlah angka 1. 745 bagi siswa SMA Sutini penerimaBantuan Operasional Manajemen Mutu. Meskipun saat itu Sutini sudah tidak lagimempunya murid SMA. Begitupula tahun 2012-2013, SD Sutini kembali mendapatkanBantuan Operasional Sekolah terhadap 60an siswa sekolah dasarnya dengan jumlahbantuan Rp. 35 juta. Meskipun sekolah itu sejak pertengahan Oktober 2012 sudahberubah menjadi ruko yang jadi kediaman pribadi. Marasutan Siregar belummemberikan penjelasan terhadap konfirmasi wartawan.
Sadariahyang pernah menjadi Kepala Unit Pengawas Teknis di Kecamatan Medan Tembung yangdikonfirmasi wartawan tentang data yang diberikannya kepada Disdik yangmenerakan siswa SD Sutini diatas 20an orang, meskipun pada tahun 2012 tersebut siswaSD hanya 5 orang saja, membantah pernah memberikan data seperti itu.“Sayasedang ada kerjaan, nanti-nantilah kita bicarakan itu. Saya tidak ada waktuuntuk ketemu. Saat ini saya sudah tidak lagi menjadi Ka. UPT Medan Tembung Tapiuntuk SUTINI BOS nya sudah dihentikan. Coba hubungi Bu Hutasoit penggantisaya”, ujar Sadariah. Hutasoityang ditemui wartawan, mengatakan BOS untuk SUTINI tahun 2013-2014 sudahdihentikan.“Terakhirmereka hanya punya 5 orang murid dan ujian disekolah kita ini, karena merekatidak bisa melaksanakan ujian sendiri. Untuk Tahun 2014-2015 ini, namaPerguruan SUTINI juga sudah dinyatakan berhenti kegiatan operasionalnya. Pastinyatidak dimasukkan lagi dalam daftar sekolah penerim bantuan”, ujar Hutasoit.
Sekolah
Tahun 2015
Tahun 2014
KETERANGAN
(Rp)
Tanggal
(Rp)
Tanggal
(Rp)
Tanggal
(Rp)
Tanggal
(Rp)
Tanggal
(Rp)
Tanggal
Rek Bodong
SD Bodhicitta
158,200,000
2015-03-11
158,200,000
2015-04-29
115,275,000
2014-11-04
Rek Bodong
SMP Bodhicitta
107,000,000
2015-03-11
105,500,000
2015-04-29
76,325,000
2014-11-04
Rek Bodong
SD Lentera Harapan
200,000
2015-03-27
34,600,000
2015-04-29
23,345,000
2014-02-18
23,345,000
2014-04-30
1,305,000
2014-04-30
24,940,000
2014-11-04
Rek Bodong